Upacara Hari Pramuka ke-57 di SMPN 31 Semarang

    

Upacara peringatan hari pramuka ke-57 digelar hari Selasa, 14 Agustus 2018 di SMP Negeri 31 Semarang. Sebagai inspektur upacara yaitu Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku kepala sekolah dan diikuti oleh seluruh peserta didik, guru, serta staf karyawan.

Salam Pramuka yang diawali dengan tepuk Pramuka “prok prok prok prok …” yang menandakan itulah pramuka atau Praja Muda Karana, itulah salah satu sambutan awal Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. Kemudian dilanjutkan sambutan hari Pramuka yang bertema “Pramuka Perekat NKRI”.

Pembina upacara dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal penting. Hal penting tersebut antara lain, Pramuka sebagai salah satu organisasi sudah banyak memberikan kontribusi bagi bangsa dan Negara. Dengan berpegang pada Dasa Dharma Pramuka para peserta didik diharapkan untuk menjadi pemimpin-pemimpin yang handal dan amanah.

Selesai upacara bendera, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai macam perlombaan antarkelas. Persiapan sudah dilakukan oleh masing-masing kelas dan mereka berharap dapat bersaing menjadi yang terbaik dengan berpedoman pada Dasa Dharma Pramuka.

 

 

#SalamPramuka

#PramukaDay

#SpegasaJayaIndonesiaJaya

 

Persami SMPN 31 Semarang

           

SMPN31SEMARANG.SCH.ID, SEMARANG — Ratusan calon anggota Pramuka Penggalang Gudep SMP Negeri 31 Semarang mengikuti Perkemahan Sabtu-Minggu (Persami) di area sekolah, Sabtu- Minggu (11-12/10).

Persami sekaligus menyambut hari Pramuka ini dibuka oleh guru pembimbing pramuka SMPN 31 Semarang, Bu Samiyem, M.Pd., dan dihadiri oleh beberapa guru SMP Negeri 31 Semarang, Mahasiswa PPL Unnes, para pelatih, serta kakak-kakak alumni Pragasa (Pramuka SMPN 31 Semarang).

Bu Samiyem, M.Pd. dalam arahannya di hadapan peserta perkemahan berharap kegiatan yang rutin digelar setiap tahun tersebut dapat meningkatkan kreativitas siswa terutama di bidang kepramukaan sehingga akan membentuk karakter generasi muda bangsa serta melatih lebih disiplin dan cinta tanah air.

“Dengan kegiatan persami ini bisa menjadi wahana untuk mendidik siswa, agar lebih baik dan wadah pembentukan karakter,” ungkapnya.

Persami tersebut diisi beragam kegiatan, seperti PBB dan materi pembekalan lainnya untuk calon anggota penggalang.

Tak hanya itu, acara tersebut juga dimeriahkan dengan api unggun yang merupakan acara puncak dari kegiatan Persami. Acara api unggun ini dihadiri oleh Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku  Kepala SMP Negeri 31 Semarang. Dalam sambutannya, beliau memberi motivasi kepada para peserta untuk serius mengikuti dan melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab sehingga bisa dirasakan manfaat positif dari kegiatan Persami ini. Tak lupa, beliau selalu mengingatkan, khususnya kepada para penggalang baru SMP Negeri 31 Semarang untuk menghormati yang lebih tua serta bertutur kata dan bertingkah laku sopan agar terbentuk saling menghormati satu sama lain.

“Untuk anak-anakku semua, ikutilah kegiatan persami ini dengan baik. Bersungguh-sungguhlah dan latihan bertanggung jawab. Insya Allah kalian akan dapat manfaat yang baik. Ibu selalu mengingatkan sopanlah kepada siapapun terutama kepada orang yang lebih tua dari kalian,” ujarnya dalam sambutan acara api unggun.

Api unggun dinyalakan secara langsung oleh Ibu Kepala Sekolah yang terus diiringi letusan kembang api serta riuh peserta menambah meriahnya suasana. Gundukan kayu setinggi orang dewasa yang dibakar membuat kobaran api menjilat sangat tinggi. Seketika suasana yang mulanya gelap gulita berubah menjadi terang benderang sehingga wajah-wajah ceria terpancar dan terlihat jelas.

Kemeriahan suasana acara api unggun diselingi acara pentas seni oleh masing-masing kelompok atau regu, seperti berpuisi, menyanyi, dan lain sebagainya. Tak ingin kalah dengan para siswa, mahasiswa PPL Unnes pun ikut andil dalam pensi ini hingga tambah riuhlah suasana api unggun tersebut.

Setelah acara api unggun selesai, para peserta dipersilakan untuk istirahat tidur sejenak. Tengah malam para peserta dibangunkan untuk mengikuti renungan malam.

Kegiatan Persami ditutup secara resmi oleh Bapak Kuatman, S.Kom. Dalam sambutannya, beliau sangat mengharapkan kepada para Penggalang Baru untuk salalu aktif di setiap kegiatan baik dalam kepramukaan maupun kegiatan sekolah lainnya, sehingga bisa lebih bisa menggali prestasi diri maupun prestasi sekolah.

Dengan adanya kegiatan ini, beliau berharap muncul kader-kader baru dari siswa yang memiliki keterampilan, sehingga nantinya Pramuka SMP Negeri 31 Semarang menjadi contoh dari gudep lainnya di wilayah Semarang yang rutin menyelenggarakan kegiatan kepramukaan.

Setelah kegiatan persami usai, Dewan Galang Pragasa gelar Bansos (bantuan sosial) untuk membantu warga sekitar yang kurang mampu.

Manfaat yang bisa diambil dari kegiatan Persami ini diantaranya adalah melatih interaksi sosial antarsiswa sehingga bisa memahami tentang rasa tanggung jawab terhadap tugas, arti kebersamaan, dan tolong menolong seperti yang terkandung dalam nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka. Unsur-unsur tersebut merupakan prinsip dasar dalam menghadapi kegiatan-kegiatan sekolah di waktu yang akan datang.

 

 

 

#Selamat bergabung Penggalang Baru-ku…

#Majulah Pramuka…

#Jayalah Pragasa, Jayalah Spegasa…

 

Pelaksanaan Akreditasi SMPN 31 Semarang

Hari yang ditunggu oleh keluarga besar SMP Negeri 31 Semarang, akhirnya tiba. Kegiatan akreditasi yang telah dipersiapkan oleh tim akreditasi beberapa bulan yang lalu akhirnya mencapai puncaknya dengan kehadiran tim asesor dari BAN (Badan Akreiditasi Nasional). Sebelum pelaksanaan akreditasi telah diselenggarakan acara pembukaan akreditasi yang dilaksanakan di Gedung Aula SMP Negeri 31 Semarang. Pembukaan diselenggarakan Gedung Aula SMP Negeri 31 Semarang yang dibuka oleh Bapak-Ibu asesor, Kepala SMPN 31 Semarang beserta jajaran guru dan karyawan sekolah yang diakreditasi.

Kegiatan akreditasi di SMP Negeri 31 Semarang berlangsung dua hari pada Senin dan Selasa, 6-7 Agustus 2018, dengan asesor Ibu Dra. Restu Kuncarani, M.Pd. dan Bapak Hariyanto, S.Pd., M.Pd. Kedatangan asesor disambut dengan sangat baik oleh Ibu Sumrih Rahayu selaku Kepala SMP Negeri 31 Semarang, beserta para guru dan karyawan. Setelah kegiatan penyambutan dilanjutkan dengan ramah tamah di ruang Kepala Sekolah selama lebih kurang tiga puluh menit. Selanjutnya acara formal dilaksanakan di ruang sekretariat akreditasi SMP Negeri 31 Semarang.

Usai kegiatan paparan sekolah, selanjutnya asesor melakukan kunjungan ke lingkungan sekolah, serta pemeriksaan dan pengecekan dokumen yang terdiri dari 8 komponen. Pada kesempatan ini asesor juga berbicara dengan siswa, guru, dan karyawan serta melakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran di kelas.

Hari kedua akreditasi merupakan kelanjutan hari pertama, asesor memeriksa dokumen standar pendidikan yang belum diperiksa dan melakukan kunjungan ke kelas-kelas dan beberapa sarana yang belum dikunjungi. Secara umum kegiatan berjalan dengan baik dan lancar.

Kegiatan visitasi berjalan dengan baik dan lancar, seluruh keluarga besar SMP Negeri 31 Semarang berdoa dan berharap, semoga mendapatkan hasil yang terbaik. Aaaamin, ya rabbal alamiiin. 😊

 

Terima kasih Bapak dan Ibu Asesor😊

 

#SPEGASAJAYA

#GOSPEGASA

#GOODJOBSPEGASA😊

 

Penerimaan Mahasiswa PPL UNNES 2018 di SMPN 31 Semarang

   

SEMARANG-Senin, 30 Juli 2018 tepat pukul 09.00 merupakan hari di mana mahasiswa PPL terjun langsung ke sekolah latihan. Mahasiswa UNNES yang melaksanakan PPL di SMP Negeri 31 Semarang berjumlah 14 orang yang terdiri berbagai macam jurusan.

Mahasiswa PPL UNNES tahun 2018 disambut oleh Kepala SMP Negeri 31 Semarang serta sebagian guru dari SMP Negeri 31 Semarang. Penyambutan dilaksanakan di ruang Aula, dihadiri langsung oleh Bapak Sri Haryono, M.Or., selaku Koordinator Dosen Pembimbing PPL dan diterima dengan baik oleh Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd., selaku Kepala SMP Negeri 31 Semarang.

Pada acara penyambutan ini kepala sekolah memberikan gambaran tentang sekolah dan kegiatan yang nantinya berhubungan langsung dengan mahasiswa PPL.

Dalam sambutannya, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd., mengatakan dengan senang hati menerima mahasiswa PPL UNNES dan berharap mahasiswa PPL dapat pengalaman yang berkesan dan berharga dari SMP Negeri 31 Semarang.

“Saya dengan ikhlas dan senang hati menerima mahasiswa praktik pengalaman lapangan dari UNNES di sekolah kami. Semoga para mahasiswa nantinya dapat banyak pengalaman yang berkesan dan berharga dari sini,” kata Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Sementara itu Bapak Sri Haryono, M.Or. selaku Koordinator Dosen Pembimbing PPL menuturkan PPL di SMP Negeri 31 Semarang dilaksanakan oleh empat belas mahasiswa.

Dilanjutkannya, PPL merupakan kegiatan kurikulum untuk membimbing dan melatih mahasiswa sebagai calon guru dalam upaya membekali mahasiswa dengan pengalaman praktis, sehingga memiliki kemampuan profesional di bidangnya sebagai pengajar.

“PPL bertujuan agar terbentuknya pribadi calon pendidik yang memiliki seperangkat pengetahuan, keterampilan, nilai, dan sikap yang cakap dan tepat dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran,” lanjutnya.

Kepala sekolah juga memperkenalakan seluruh guru pamong dan sebagian guru serta staff yang akan membantu mahasiswa selama pelaksanaan PPL beberapa bulan ke depan. Dosen koordinator juga memberikan pesan kepada seluruh mahasiswa untuk mengikuti semua kegaitan termasuk tata tertib yang berlaku di sekolah.

 

#WelcomePPLUNNES

#SelamatMenebarKebermanfaatan

#SPEGASAJAYA

 

GERMAS di SMPN 31 Semarang

        

 

SEMARANG-Jumat, 27 Juli 2018 warga SMP Negeri 31 Semarang lakukan GERMAS dengan realisasi berupa jalan sehat keliling kampung Tambakharjo dan sebagian Perum. Graha Padma.

Saat ini, Indonesia tengah menghadapi tantangan besar yakni masalah kesehatan triple burden, karena masih adanya penyakit infeksi, meningkatnya penyakit tidak menular (PTM) dan penyakit-penyakit yang seharusnya sudah teratasi muncul kembali. Pada era 1990, penyakit menular seperti ISPA, Tuberkulosis dan Diare merupakan penyakit terbanyak dalam pelayanan kesehatan. Namun, perubahan gaya hidup masyarakat menjadi salah satu penyebab terjadinya pergeseran pola penyakit (transisi epidemiologi).

Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) merupakan suatu tindakan sistematis dan terencana yang dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen bangsa dengan kesadaran, kemauan dan kemampuan berperilaku sehat untuk meningkatkan kualitas hidup. Pelaksanaan GERMAS harus dimulai dari keluarga, karena keluarga adalah bagian terkecil dari masyarakat yang membentuk kepribadian.

GERMAS dapat dilakukan dengan cara: Melakukan aktifitas fisik, Mengonsumsi sayur dan buah, Tidak merokok, Tidak mengonsumsi alkohol, Memeriksa kesehatan secara rutin, Membersihkan lingkungan, dan Menggunakan jamban. Pada tahap awal, GERMAS secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan, yaitu: 1) Melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, 2) Mengonsumsi buah dan sayur; dan 3) Memeriksakan kesehatan secara rutin.

Tiga kegiatan tersebut dapat dimulai dari diri sendiri dan keluarga, dilakukan saat ini juga, dan tidak membutuhkan biaya yang besar, tutur Menkes.

GERMAS merupakan gerakan nasional yang diprakarsai oleh Presiden RI yang mengedepankan upaya promotif dan preventif, tanpa mengesampingkan upaya kuratif-rehabilitatif dengan melibatkan seluruh komponen bangsa dalam memasyarakatkan paradigma sehat. Untuk menyukseskan GERMAS, tidak bisa hanya mengandalkan peran sektor kesehatan saja. Peran Kementerian dan Lembaga di sektor lainnya juga turut menentukan, dan ditunjang peran serta seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari individu, keluarga, dan masyarakat dalam mempraktekkan pola hidup sehat, akademisi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan organisasi profesi dalam menggerakkan anggotanya untuk berperilaku sehat; serta Pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah dalam menyiapkan sarana dan prasarana pendukung, memantau dan mengevaluasi pelaksanaannya.

Salah satu dukungan nyata dilakukan oleh warga SMP Negeri 31 Semarang yang pada Jumat pagi ini melaksanakan jalan sehat tentunya untuk menunjang kesehatan. Selain sehat pikiran, kesehatan fisik pun harus selalu terjaga agar stabilitas kondisi tubuh tetap terjaga bahkan meningkat menjadi lebih baik.

Dengan melakukan jalan sehat ini tak hanya menjaga kesehatan tubuh saja, tetapi juga mempererat sosialisasi antara peserta didik dengan guru yang beramah-tamah. Ini menunjukkan betapa berharganya sebuah jalinan hubungan menjadi suatu kebahagiaan tersendiri. Tak hanya itu, banyak penelitian menunjukkan bahwa senyum dan rasa senang akan meningkatkan kesehatan tubuh juga. Tampak raut wajah para peserta didik dan para guru serta karyawan SMP Negeri 31 Semarang terlihat sangat bahagia dengan diadakannya kegiatan ini.

 

#GERMAS

#SPEGASASEHAT

#GOADIWIYATANASIONAL

#SPEGASAJAYA

Peserta Didik SMPN 31 Semarang Belajar Menanam Mangrove di Pantai Maron

        

SPEGASANEWS, SEMARANG- Ekspresi sumringah nampak dari wajah anak-anak OSIS SMP Negeri 31 Semarang. Bagaimana tidak? Pada Sabtu (21/7) mereka melakukan pelatihan penanaman mangrove yang sekaligus menjadi pembelajaran luar kelas yang dikemas dengan cara yang asyik.

Pembelajaran luar kelas itu dikemas agar para peserta didik bermain sekaligus belajar mengenal alam. Kegiatan yang disering disebut Outing Class itu mengajarkan anak-anak itu menanam bibit bakau atau mangrove. Kegiatan ini bekerja sama dengan para mahasiswa Polines serta para penanam mangrove di Pantai Maron Semarang.

Ahmad Hamdan, salah satu peserta didik SMP Negeri 31 Semarang itu nampak asyik menanam pohon bakau, meski ia harus berkotor-kotoran dengan lumpur. Raut muka jijik pun tak nampak dari wajah polosnya itu.

“Saya tidak jijik malah senang bisa menanam pohon,” ujarnya.

Tak hanya Hamdan, seluruh peserta didik lainnya nampak senang belajar menanam pohon bakau serta bermain lumpur. Meski berbecek-becek mereka tetap asyik bermian melakukan kegiatan itu.

Kegiatan yang dilakukan di Pantai Maron ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada peserta didik melalui pembelajaran langsung tentang keadaan alam terutama pesisir pantai.

 

#SpegasaPeduliLingkungan

#SpegasaGood

#GoAdiwiyataNasional

PENUTUPAN MPLS DISELINGI PELATIHAN PEMANFAATAN MANGROVE

      

SPEGASANEWS – Rabu, 18 Juli 2018 Pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) peserta didik baru SMP Negeri 31 Semarang tahun pelajaran 2018/2019 yang berlangsung dari tanggal 16 s.d. 18 Juli 2018 akhirnya ditutup secara resmi oleh Kepala Sekolah Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. yang ditandai secara simbolis dengan tiga kali ketukan di mikrofon diiringi riuh tepuk tangan para peserta didilk baru.

Acara penutupan MPLS 2018 diawali dengan sambutan Kepala Sekolah, kemudian dilanjutkan acara Pelatihan dan Penanaman Mangrove dengan Tema “Mangrove sebagai Penunjang Ekosistem Pesisir dan Inspirasi Kreatif Generasi Muda” yang bekerjasama dengan instansi dari Politeknik Negeri Semarang (POLINES).

Pelatihan ini lebih tepatnya kepada bagaimana memanfaatkan mangrove dengan baik dan bijak. Para peserta didik baru dibekali pelatihan bagaiamana membuat batik dari mangrove dan ternyata memang bisa dan hasilnya pun bagus.

Setelah pelaksanaan pelatihan, acara penutupan diwakili oleh Pak Kuatman, S.Kom. selaku Wakil Kepala SMP Negeri 31 Semarang. Acara diwakili oleh Wakil Kepala Sekolah dikarenakan Ibu Kepala Sekolah sedang mengisi acara di SD Negeri Tambakharjo. Dalam sambutan penutupan, beliau menyatakan rasa terima kasih ditujukan kepada para mahasiswa POLINES yang berkenan memberikan ilmu yang sangat bermanfaat khususnya bagi para peserta didik SMP Negeri 31 Semarang.

Beliau berharap agar seluruh materi yang diberikan selama MPLS berlangsung terutama menyangkut masalah tata tertib Sekolah dapat diwujudnyatakan oleh para peserta didik dengan sebaik-baiknya. Sekolah akan tetap menfasilitasi serta memberikan perhatian terhadap berbagai kreatifitas bakat dan minat yang dimiliki oleh para peserta didik baru, yang pada gilirannya akan dapat memberikan kontribusi yang besar bagi keharuman dan kemajuan SMP Negeri 31 Semarang ke depan. Selain itu Bpk Wakil Kepala Sekolah juga mengharapkan kepada para peserta didik untuk senantiasa menjaga nama baik Almamater di dalam maupun di luar Sekolah.

#TerimaKasihPolines
#ManfaatMangrove
#SpegasaGood😊

Hari Pertama Sekolah, Kepala SMPN 31 Semarang Beri Pesan untuk Semangat Belajar

   

SEMARANG-Senin (16/7) adalah hari pertama masuk sekolah pada tahun ajaran 2018/2019. Tingkat satuan pendidikan wajib menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Seperti halnya, SMP Negeri 31 Semarang pada hari ini menyelenggarakan MPLS. Tampak para peserta didik bergembira untuk mengikuti pengenalan lingkungan pada sekolah yang terletak di Kelurahan Tambakharjo, Kec. Semarang Barat, Kota Semarang.

Para peserta didik datang pagi pukul 06.00 WIB. Kegiatan MPLS ini diawali dengan upacara pembukaan oleh Kepala SMP Negeri 31 Semarang, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Dalam sambutannya, Ibu Sumrih Rahayu memberi ucapan selamat pada para peserta didik baru yang kini telah resmi menjadi bagian SMP Negeri 31 Semarang.

“Selamat untuk kalian. Dari ratusan hingga hampir seribu pendaftar kalianlah yang lolos dan diterima,” ungkap Ibu Sumrih Rahayu.

Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan topik tentang menghormati orang yang lebih tua. Dengan harapan agar para peserta didik baru memiliki unggah-ungguh atau akhlak yang baik, salah satunya adalah menghormati kepada orang yang lebih tua. Entah itu kakak kelas, karyawan, lebih utamanya adalah kepada bapak/ibu guru dan orang tua di rumah.

Beliau juga memberikan arahan kepada para peserta didik agar memiliki semangat belajar dan bersaing secara sehat serta memberi semangat agar dapat meraih prestasi sebanyak-banyaknya.

Selain itu, Ibu Sumrih Rahayu berharap, kegiatan MPLS mejadi acara yang efektif untuk peserta didik dalam beradaptasi dengan lingkungan sekolah.

“Karena dengan beradaptasi dengan lingkungan sekolah, maka dalam kegiatan belajar peserta didik mendapatkan kenyamanan di sekolah”, pungkas Ibu Sumrih Rahayu.

MPLS ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Rabu (18/7) mendatang. Pakaian yang dikenakan oleh peserta didik baru ini adalah seragam merah putih tanpa tambahan atribut. Hanya satu atribut yang dikenakan para peserta didik baru ini yaitu tanda pengenal persegi panjang dari kertas karton yang dipasang dikalungkan menutupi dada dengan tali rafia.

Menjelang akhir upacara diselingi penganugerahan hadiah pemenang Lomba Lukis Payung Kertas Tingkat SLTP Se-Kodya Semarang yang diselenggarakan oleh Disperindag Kota Semarang Tahun 2018.

Juara Satu diraih oleh Puput Palupi Puspitasari dan Juara Dua diraih oleh Dhivya Maulina Putri. Sedangkan Juara Harapan Satu diraih oleh Naufal Eka dan Juara Harapan Dua diraih oleh Adi Setiawan.

#WelcomeNewFamilySPEGASA
#Semangat&SuksesSelalu
#SPEGASAJAYA😊

PPDB di SMPN 31 Semarang

 

SPEGASA – Senin, 9 Juli 2018 Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 di SMP Negeri 31 Semarang berjalan tertib dan lancar. Penyelenggaraan PPDB tahun ini berbeda dibanding periode-periode sebelumnya dikarenakan adanya sistem seleksi zonasi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bapak Bunyamin menerangkan, zonasi adalah sistem yang memprioritaskan calon siswa yang domisilinya dekat dengan sekolah. Sistem ini mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 14 Tahun 2018.

Penerapan sistem zonasi dibagi menjadi dua, zonasi terdekat 1 dan Zonasi terdekat 2. Zonasinya memakai kelurahan. Masing-masing skornya yakni 50 dan 40 persen.

Pelaksanaan PPDB Online tingkat SMP sudah terselenggara pada hari Sabtu (7/7) kemarin. Untuk proses seleksinya, pihak Dinas telah menerapkan rumus tersendiri bagi masing-masing tingkatan pendidikan.

Terkait penggunaan sistem zonasi ini, Bapak Bunyamin menyebut untuk mendekatkan lingkungan sekolah dengan keluarga. Selain itu, bertujuan menjamin pemerataan akses layanan pendidikan bermutu bagi siswa. Penerapannya juga dinilai dapat menghilangkan eksklusivitas dan diskriminasi di sekolah negeri.

Lebih lanjut, penerapan sistem zonasi juga dimaksudkan guna membantu analisis perhitungan kebutuhan dan distribusi guru, mendorong kredibilitas pendidik dalam pembelajaran dengan kondisi siswa yang heterogen. Serta memberikan bantuan atau afirmasi yang lebih tepat sasaran baik sarana maupun prasarana.

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2018/2019 di SMP Negeri 31 Semarang dilaksanakan dengan beberapa tahap di tiap ruang. Pertama calon peserta didik baru harus melakukan pengecekan data di ruang pendaftaran. Selanjutnya masuk ruang verifikasi dan diteruskan ke operator untuk diverikisasi secara online.

Peserta didik yang memiliki prestasi sebelum masuk ke operator harus dites dulu oleh penguji untuk mengetahui kevalidannya. selanjutnya mengisi surat pernyataan baru kemudian diserahkan kepada operator.

Setelah tervirifikasi secara online, berkas kemudian diserahkan kembali ke ruang verifikasi untuk dicek dan dstempel tanda berkas sudah ready. Setelah selesai, calon peserta didik diberi selembar data untuk difungsikan ke tahap selanjutnya, termasuk daftar ulang jika calon telah diterima sebagai peserta didik baru SMP Negeri 31 Semarang.

 

#SelamatDatangCalonKeluargaBaruSPEGASA

#SPEGASAHEBAT

 

Kegiatan IHT Kurikulum 2013 (Revisi)

 

 

Dalam rangka penguatan pemahaman revisi kurikulum 2013 di SMP Negeri 31 Semarang dilakukan kegiatan In House Training yang berlangsung pada tanggal 6 Juli 2018 bertempat di gedung sekolah. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan sekaligus Pengawas di SMPN 31 Semarang, yaitu Ibu Dra. Cicilia Sri Maryuni, M.M.

Diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipandu oleh Bu Tri Wahyuni Suranti, S.Pd., kegiatan In House Training (IHT) Penyusunan Kurikulum Kurikulum 2013 Revisi di SMPN 31 Semarang dimulai. Kegiatan yang berlangsung di hari Jumat, 6 Juli 2018 ini diikuti oleh seluruh guru dan staf Tata Usaha. Acara ini dipandu oleh Bapak Edy Dwiatmana, S.Pd., Bapak Kuatman, S.Kom., dan Bu Iin Sulistiyowati, S.Pd.

Tepat pukul 09.00 WIB, seluruh peserta IHT menyimak materi yang disampaikan oleh Ibu Dra. Cicilia Sri Maryuni, M.M. Dalam paparannya, narasumber menyampaikan mengenai penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran atau yang sering disebut dengan RPP merupakan kewajiban setiap guru sebelum pembelajaran dilaksanakan.

Setiap guru di setiap satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP untuk kelas di mana guru tersebut mengajar (guru kelas) di SD/MI dan untuk guru mata pelajaran yang diampunya untuk guru SMP/MTs, SMA/MA, dan SMK/MAK. Untuk menyusun RPP yang benar dapat mempelajari hakikat, prinsip dan langkah-langkah penyusunan RPP seperti yang salah satunya tertera pada Permendiknas tentang Pembelajaran pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah – Pedoman Pelaksanaan Pembelajaran nomor 103 Tahun 2014. Namun peraturan ini diperbarui dengan keluarnya Permendikbud No. 23 tentang standar penilaian dan panduan penilaian terbaru.

Perbaikan selanjutnya adalah dalam mengintegrasikan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di dalam pembelajaran. Karakter yang diperkuat terutama 5 karakter, yaitu: religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Selain PPK pada pembelajaran perlu juga diintegrasikan literasi; keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Creative, Critical thinking, Communicative, dan Collaborative); dan HOTS (Higher Order Thinking Skill).

Gerakan PPK perlu mengintegrasikan, memperdalam, memperluas, dan sekaligus menyelaraskan berbagai program dan kegiatan pendidikan karakter yang sudah dilaksanakan sampai sekarang. Dalam hubungan ini pengintegrasian dapat berupa pemaduan kegiatan kelas, luar kelas di sekolah, dan luar sekolah (masyarakat/komunitas); pemaduan kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler; pelibatan secara serempak warga sekolah, keluarga, dan masyarakat; perdalaman dan perluasan dapat berupa penambahan dan pengintensifan kegiatan-kegiatan yang berorientasi pada pengembangan karakter peserta didik, penambahan dan penajaman kegiatan belajar peserta didik, dan pengaturan ulang waktu belajar peserta didik di sekolah atau luar sekolah; kemudian penyelerasan dapat berupa penyesuaian tugas pokok guru, Manajemen Berbasis Sekolah, dan fungsi Komite Sekolah dengan kebutuhan Gerakan PPK.

Pengertian Literasi dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah adalah kemampuan mengakses, memahami, dan menggunakan sesuatu secara cerdas melalui berbagai aktivitas antara lain membaca, melihat, menyimak, menulis, dan/atau berbicara. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) merupakan sebuah upaya yang dilakukan secara menyeluruh untuk menjadikan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang warganya literat sepanjang hayat melalui pelibatan publik. Literasi lebih dari sekadar membaca dan menulis, namun mencakup keterampilan berpikir menggunakan sumber-sumber pengetahuan dalam bentuk cetak, visual, digital, dan auditori. Literasi dapat dijabarkan menjadi Literasi Dasar (Basic Literacy), Literasi Perpustakaan (Library Literacy), Literasi Media (Media Literacy), Literasi Teknologi (Technology Literacy), Literasi Visual (Visual Literacy).

Keterampilan abad 21 atau diistilahkan dengan 4C (Communication, Collaboration, Critical Thinking and Problem Solving, dan Creativity and Innovation). Inilah yang sesungguhnya ingin kita tuju dengan K-13, bukan sekadar transfer materi. Tetapi pembentukan 4C. Sebenarnya kata ini tidak terlalu baru untuk kita. Di berbagai kesempatan, kita sudah sering mendengar beberapa pakar menjelaskan pentingnya penguasaan 4C sebagai sarana meraih kesuksesan, khususnya di Abad 21, abad di mana dunia berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Penguasaan keterampilan abad 21 sangat penting, 4 C adalah  jenis softskill yang pada implementasi keseharian, jauh lebih bermanfaat ketimbang sekadar pengusaan hardskill.

Higher Order of Thinking Skill (HOTS) adalah kemampuan berpikir kritis, logis, reflektif, metakognitif, dan berpikir kreatif yang merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Kurikulum 2013 juga menuntut materi pembelajarannya sampai metakognitif yang mensyaratkan peserta didik mampu untuk memprediksi, mendesain, dan memperkirakan. Sejalan dengan itu ranah dari HOTS yaitu analisis yang merupakan kemampuan berpikir dalam menspesifikasi aspek-aspek/elemen dari sebuah konteks tertentu; evaluasi merupakan kemampuan berpikir dalam mengambil keputusan berdasarkan fakta/informasi; dan mengkreasi meruapakan kemampuan berpikir dalam membangun gagasan/ide-ide.

Sehingga di dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang kita buat agar muncul empat macam hal tersebut (PPK, Literasi, 4C, dan HOTS) maka perlu kreatifitas guru dalam meramunya. Maka tidak mungkin lagi menggunakan model/metode/strategi/pendekatan yang berpusat kepada guru, namun kita perlu mengaktifkan peserta didik dalam pembelajaran (Active Learning). Khusus untuk PPK merupakan program yang rencananya akan disesuaikan dengan 5 hari belajar sedangkan untuk 2 hari merupakan pendidikan keluarga.

 

 

 

Sumber: https://mbscenter.or.id/site/page/id/553/title/Mengintegrasikan%20PPK,%20Literasi,%204C,%20dan%20HOTS%20dalam%20membuat%20RPP%20Kurikulum%202013%20Terbaru%20Tahun%20Pelajaran%202017-2018

 

 

SMPN 31 Semarang YES

SPEGASA JAYA

RPP OKE! 😊