Hutan Asri, Pemilihan Ketua OSIS Sejuk di Hati

    

       

SMPN31SEMARANG.SCH.ID, SPEGASA – Dalam rangka memilih ketua OSIS, peserta didik SMPN 31 Semarang menggelar “Pesta” demokrasi di sekolah mereka. Pemilihan tersebut digelar ala Pemilu langsung, di mana tiga hari sebelum pemungutan suara para calon diberi kesempatan melakukan orasi di depan teman-temannya.

Para calon juga diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi saat berorasi di depan teman-teman dan disaksikan para guru dan karyawan.

Kepala SMP Negeri 31 Semarang, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan, pemilihan ketua OSIS ala Pemilu ini sudah pernah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya, selain mengenalkan sistem demokrasi, juga agar peserta didik memahami pentingnya memilih pemimpin mulai dari sekolah yaitu di kalangan temannya.

“Dimulai dari lingkungan sekolah, peserta didik diharapkan menganal sistem demokrasi langsung dan dapat menggunakan hak-hak suaranya dalam menentukan pemimpin, dalam hal ini Ketua OSIS,” kata Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Dijelaskan beliau, pemungutan suara atau pencoblosan dilaksanakan Kamis, 11 Oktober 2018 di mana seluruh peserta didik SMP Negeri 31 Semarang melakukan pencoblosan di Hutan Mini SMP Negeri 31 Semarang sekolah mereka.

Beliau juga menuturkan, dengan diselenggarakannya pemilu OSIS di Hutan Mini ini akan menyejukkan suasana yang pada umumnya di sejumlah media mengekspos bahwa pemilu itu terkesan panas dan penuh emosional, tetapi dengan adanya hutan mini yang asri di SMPN 31 Semarang ini membuat sejuk suasana pun pilihan yang tepat sesuai hati nurani tanpa adanya paksaan.

Kegiatan Pemilu Ketua OSIS diharapkan membentuk karakter para peserta didik, di mana mereka diajarkan pentingnya kerjasama dalam menyelesaikan masalah hingga mengambil keputusan untuk kepentingan orang banyak.

Disebutkan, para guru dan karyawan di lingkungan SMP Negeri 31 Semarang juga turut berperan dalam pemungutan suara dan secara tidak langsung guru memiliki kewajiban membina anak didiknya, memberi contoh sehingga para peserta didik memiliki karakter yang makin kuat.

Dari lima peserta calon ketua OSIS SMP Negeri 31 Semarang yang berhasil terpilih pada pemungutan suara tersebut adalah Fatturrohman dari kelas VIII C, menggantikan Rois Landung yang sudah duduk di kelas IX.

Semoga dengan terpilihnya Fatturrohman sebagai Ketua OSIS dapat membantu memajukan dan mengharumkan SMP Negeri 31 Semarang menjadi lebih jaya melenggang jauh ke angkasa raya sesuai dengan visi dan misinya. Dukungan teman-teman, para guru, karyawan, Kepala Sekolah dan seluruh elemen masyarakat SMPN 31 Semarang juga sangat dibutuhkan tentunya.

(smpn31semarang.sch.id)

 

#SpegasaAsri

#SpegasaJaya^_^

 

 

 

Kado Sakti di Hari yang Sakti

        

SMPN31SEMARANG.SCH.ID – Perasaan bahagia tak terhingga menyelimuti SMP Negeri 31 Semarang di Hari Kesaktian Pancasila pada Senin (1/10). Berbagai macam penghargaan diraih oleh para peserta didik SMP Negeri 31 Semarang sekaligus menjadi kado sangat indah bagi kepala sekolah yang ternyata saat ini juga adalah hari ulang tahun beliau.

Senin, 1 Oktober 2018, warga SMP Negeri 31 Semarang memperingati Hari Kesaktian Pancasila dengan melaksanakan Upacara Bendera yang berbeda dari upacara bendera biasanya. Yang tampak beda adalah sang merah putih sudah dikibarkan sebelum acara upacara dimulai sehingga tidak ada pengibaran bendera yang biasanya ada setelah protokoler membacakan upacara siap dimulai. Selain itu juga adanya pembacaan Ikrar. Tentunya susunan acara tersebut telah berdasarkan dari pemerintah pusat.

Bapak Drs. Ruchikmat selaku Pembina Upacara menyampaikan beberapa hal terkait dengan diperingatinya Hari Kesaktian Pancasila. Beliau menandaskan, sejarah kelam tentang G30S/PKI atau Gerakan 30 September merupakan bukti jika dasar negara Pancasila dirongrong oleh paham dan keyakinan lain, namun tidak berhasil. Sehingga sampai memunculkan korban tujuh perwira yang diculik oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang akan mengganti Pancasila sebagai satu-satunya dasar negara Indonesia menjadi paham Komunis.

Beliau juga menjelaskan bahwa Komunis adalah paham yang tidak mengenal Tuhan, berbanding terbalik dengan masyarakat kita yang meyakini bahwa bangsa kita adalah bangsa yang berketuhanan, sehingga paham tersebut sangat tidak cocok untuk negara Indonesia ini. Dengan segenap perjuangan para pahlawan, kesaktian Pancasila masih tetap sakti sampai saat ini. Dan kita sebagai generasi penerus sudah selayaknya menjaga, melindungi, serta merawat hasil jerih payah perjuangan para pahlawan kita untuk menjadikan negeri ini menjadi lebih baik, tentunya dengan berdasar pada Pancasila dan UUD 1945.

Pelaksanaan upacara berlangsung lancar dan khidmat. Ditandai dengan sikap para peserta upacara yang seolah menghayati betapa pentingnya Pancasila di negeri Indonesia tercinta ini.

Pada akhir upacara dimeriahkan oleh Parade Prestasi Peserta Didik SMP Negeri 31 Semarang Tahun 2018-2019. Sederet prestasi ditunjukkan oleh para peserta didik terbaik yang dimiliki oleh SMP Negeri 31 Semarang.

Berbagai wujud penghargaan mulai dari piala sampai medali telah diborong para peserta didik SMP Negeri 31 Semarang atas prestasi mereka mulai tingkat kota, provinsi, bahkan sampai Nasional mereka dapat.

Berikut nama-nama putra-putri SMP Negeri 31 Semarang dengan sederet prestasinya:

  1. Atanasius Marcello Avta Pendhi Putra sebagai Juara I National Open Tournament Tugumuda Championship Pencak Silat;
  2. Erza Raya Abdie Putra sebagai Juara I Kejuaraan Nasional Pencak Silat Universitas Semarang;
  3. Rafael Da Cunha Pinto sebagai Juara III Karate;
  4. Ahmad Giovani sebagai Juara I Sepak Bola Galasiswa tingkat Provinsi Jawa Tengah;
  5. Nathan Hendriawan Leksono sebagai Juara III Bola Voli antarpelajar tingkat Kota Semarang;
  6. Ade Intan Dwi Budiarti sebagai Juara III Bola Voli antarpelajar tingkat Kota Semarang;
  7. Muhammad Bagirmanan sebagai Juara III Bola Voli antarpelajar tingkat Kota Semarang, Juara Wushu tingkat provinsi, dan Juara III Muaythai tingkat provinsi;
  8. Bisma Reihan sebagai Juara III Bola Voli antarpelajar tingkat Kota Semarang;
  9. Bagus Ginanjar sebagai Juara Dayung tingkat Kota Semarang;
  10. Naila Azka U’Tafiya sebagai Danton Terbaik Paskibra SMAN 1 Ungaran tingkat provinsi; dan
  11. Tim Paskibra SMP Negeri 31 Semarang sebagai Juara I (Madya) Paskibra SMAN 1 Ungaran sekaligus sebagai Best Kebersihan SMAN 1 Ungaran tingkat provinsi.

Hal ini ditujukan untuk membakar semangat para peserta didik yang lainnya agar bisa berprestasi seperti teman-temannya yang membuktikan diri bahwa mereka bisa. Di hari yang sakti ini ternyata ada hal yang tak terduga, ternyata adalah hari yang sangat membahagiakan juga bagi Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 31 Semarang. Pasalnya pada hari ini ternyata merupakan hari lahir beliau juga. Sontak seluruh guru, karyawan, serta para peserta didik SMP Negeri 31 Semarang memberikan ucapan selamat diiringi dengan lagu serta doa yang dipanjatkan untuk kesuksesan Ibu kepala sekolah dan tentunya untuk kesuksesan SMP Negeri 31 Semarang agar menjadi lebih baik lagi dan lagi.

 

#SpegasaPrestasi

#GoSpegasaSakti

#SpegasaJaya^_^

 

 

Jumat Day Spegasa

    

    

SEMARANG – Jumat, 28 September 2018 Spegasa mengadakan Jumat Sehat dan gotong-royong. Jumat sehat dilakukan dengan senam bersama, khususnya peserta didik kelas 7 dan 9, sedangkan Jumat gotong-royong dilakukan dengan bersih-bersih kelas dan lingkungan oleh peserta didik kelas 8.

Acara senam dipandu oleh anggota Pragasa (Pramuka SMPN 31 Semarang). Tak hanya peserta didik, acara senam juga diikuti oleh Kepala Sekolah, para guru sampai para karyawan SMP Negeri 31 Semarang.

Acara hari Jumat ini juga dimeriahkan dengan adanya promosi dari salah satu produk jajanan, yaitu Gerry Garudafood. Dipandu dengan MC yang kece, para peserta didik SMP Negeri 31 Semarang antusias dalam acara tersebut. Acara diselingi dengan pentas seni peserta didik dan foto bersama menambah merihanya hari Jumat di Spegasa.

#JumatDay
#SpegasaCeria
#SpegasaJaya

Kegiatan Seleksi Calon Ketua dan Penerimaan Pengurus OSIS SMPN 31 Semarang

    

    

SPEGASA – Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 31 Semarang mengadakan kegiatan seleksi calon ketua dan penerimaan pengurus OSIS baru (Kelas 7 dan 8) periode 2018/2019 dengan bimbingan dan arahan dari Bapak Drs. Ruchikmat selaku Ur. Kesiswaan SMP Negeri 31 Semarang. Kegiatan ini bertujuan untuk regenerasi pengurus OSIS, karena anggota pengurus OSIS kelas 9 akan turun jabatan dari jabatan sebagai anggota OSIS.

Seleksi calon ketua OSIS tahap pertama dilaksanakan Kamis, 27 September 2018 di Ruang Aula SMP Negeri 31 Semarang. Tiap kelas (kelas 7 dan 8) mendelegasikan 4 siswa sehingga total ada 64 bakal calon Ketua OSIS.

Seleksi tahap pertama ini dilakukan dengan cara wawancara oleh pengurus OSIS kelas 9. Peserta atau bakal calon ketua OSIS diberikan berbagai pertanyaan sebagai penilaian. Penilaian tersebut untuk menyaring menjadi 1 bakal calon ketua OSIS dari 4 calon per kelas menjadi 16 bakal calon ketua OSIS. Dari 16 bakal calon tersebut kemudian dibagi dalam dua kelompok (kelompok kelas 7 dan kelompok kelas 8) untuk disaring lagi pada tahap kedua yang kemudian dipilih menjadi 5 calon Ketua OSIS, yang terdiri atas tiga calon dari kelas 8 (Faturrohman kelas 8C, Faranisa Ulya 8D, dan Ridho Ananda Putran Pratama 8G) dan dua calon dari kelas 7 (Putri Safinatul Jannah kelas 7E, dan Julian Dwi Pangestu 7H).

Setelah didapatkan lima calon Ketua OSIS, kemudian dilakukan pembagian nomor urut, yang terdiri atas:
1. Putri Safinatul Jannah (7E)
2. Faturrohman (8C)
3. Faranisa Ulya (8D)
4. Ridho Ananda Putra Pratama (8G)
5. Julian Dwi Pangestu (7H)

Dari berbagai tahapan seleksi tadi telah didapatkan lima calon dari 64 peserta seleksi calon ketua OSIS. Sementara siswa yang gagal menjadi calon ketua OSIS masih diberikan kesempatan untuk menjadi pengurus OSIS baru periode 2018/2019.

#OSISSpegasaOye
#SpegasaDemokratis
#SpegasaJaya

Penerimaan Bansos BSM Tahun 2018 di SMPN 31 Semarang

    

    

SEMARANG – Rabu, 26 September 2018 dilaksanakan pembagian dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) pada 39 peserta didik SMP Negeri 31 Semarang didampingi orang tua masing-masing peserta didik.

Pukul 10.30 WIB dimulainya acara penerimaan Bansos BSM yang dimulai dari sambutan Ibu Kepala SMP Negeri 31 Semarang. Dana BSM tersebut diperoleh dari pengajuan tahun 2017 kemarin yang tujuannya untuk bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik yang kurang mampu secara finansial.

Pemerintah kota memberikan dana tersebut sebesar Rp900.000,00 per peserta didik yang tujuannya untuk bantuan biaya pendidikan, seperti pembelian buku, sepatu, seragam sekolah yang sudah tidak layak pakai agar peserta didik semakin rajin belajar dan tambah berprestasi.

Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 31 Semarang juga menyampaikan pesan dari pemerintah yang intinya semoga dana tersebut dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai dana BSM tersebut disalahgunakan untuk memenuhi kebutuhan selain kebutuhan pendidikan peserta didik.

“Dana BSM dari Pemkot sebesar 900 rb per peserta didik ini tujuannya untuk membantu kebutuhan pendidikan peserta didik, misalnya buku, sepatu, atau seragam putra-putrinya yang sudah tidak layak pakai untuk dibelikan yang baru agar anak tidak merasa minder dengan teman-temannya. Bukan untuk memenuhi kebutuhan yang lain selain pendidikan anak,” ujar Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd.

“Selain itu, pemerintah memberikan dana BSM ini agar peserta didik semakin rajin dalam belajar, semakin bertanggung jawab, dan tambah prestasinya,” tambahnya.

#BSMSukses
#SemogaBerkahManfaat
#SpegasaJaya

SMPN 31 Semarang Laksanakan Semarang Membaca

      

    

SEMARANG – Rabu, 26 September 2018 warga SMP Negeri 31 Semarang serentak melaksanakan program Semarang Membaca dari mulai pukul 09.00 sampai 10.00 WIB.

Acara tersebut dilaksanakan oleh berbagai macam elemen masyarakat SMP Negeri 31 Semarang. Mulai dari Kepala Sekolah, Guru, Siswa, sampai aryawan SMP Negeri 31 Semarang.

Acara Semarang Membaca berlangsung kondusif. Seluruh elemen warga SMP Negeri 31 Semarang sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Dibuktikan dengan antusiasnya seluruh elemen warga SMP Negeri 31 Semarang yang serentak membawa dan membaca buku.

Seuntai kata-kata dari Ibu Sumrih Rahayu, selaku Kepala SMP Negeri 31 Semarang, “Tanah yang tandus akan berubah subur jika tumuhan dihidupkan dan dirawat. Dan air adalah salah satu sumber yang dibutuhkan.”

“Begitu juga dengan ilmu pengetahuan. Belajar dan membaca merupakan proses dalam menyuburkan ilmu pengetahuan. Maka dari itu, buku meupakan salah satu sumber yang dibutuhkan.”

“SMP Negeri 31 Semarang mendukung dan melaksanakan September Bulan Literasi dalam Kegiatan Semarang Membaca.”

#SemarangMembaca
#SpegasaReadyForReading
#SalamLiterasi
#SpegasaJaya

 

 

Spegasa Berbagi Kasih

     

SEMARANG – Jumat, 21 September 2018, OSIS beserta perwakilan guru SMP Negeri 31 Semarang mengadakan kegiatan bakti sosial di Panti Asuhan Al Rifdah dan Baitul Falah Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang.

Panti asuhan yang dikunjungi pertama adalah Panti Asuhan Cacat Ganda “Al Rifdah”. Bu Paula Nene, selaku salah satu pengasuh di panti tersebut menyambut kedatangan pihak SMP Negeri 31 Semarang dengan bahagia.

Beliau menyambut diselingi dengan bercerita tentang berdirinya panti asuhan tersebut. Pendiri panti asuhan tersebut nama lengkapnya adalah Rahma Faradila. Panggilannya adalah Bu Rahma. Dia adalah seorang guru dari sekolah swasta SMA Pandanaran. Selama bertahun-tahun ia mengabdikan diri di sekolah tersebut. Kecintaannya terhadap anak-anak tak hanya di sekolah saja. Bahkan sampai di rumah dan di lingkungan masyarakat lainnya, rasa kasih sayangnya terhadap anak-anak membuatnya sering merasa tidak tega melihat anak yang mengalami sakit, cacat dan keterbelakangan mental apalagi sampai di buang oleh orang tuanya sendiri.

Tahun 2006 menjadi awal perubahan arah hidup Bu Rahma hingga sekarang. Awal cerita Bu Rahma menemukan seorang anak cacat yang di buang oleh orang tuanya di pinggir jalan. Anak itu sangat kelaparan hingga ia memakan apa saja yang ada di hadapannya. Rasa sayang terhadap seorang anak membuat Bu Rahma tak tega melihat keadaan yang seperti itu hingga akhirnya ia membawa anak tersebut di rumahnya untuk kemudian di rawat.

“Penyebar bibit penyakit” seperti itulah yang dipikirakan oleh tetangga-tetangganya. Mereka tak suka melihat apa yang dilakukan Bu Rahma, yakni membawa anak keterbelakangan mental ini ke rumahnya. Warga merasa sangat terganggu dengan kehadiran anak tersebut. Takut kalau menyebarkan bibit penyakit. Hingga akhirnya Bu Rahma di usir dari rumah tempat tinggalnya.

Inilah awal perjuangan hidup Bu Rahma untuk merawat anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ia yang hanya bekerja sebagai seorang guru, bingung mencari tempat tinggal untuknya dan anak-anak yang akan ia rawat.

Dengan ketulusan hatinya, ibu ini merawat dan memperjuangkan nasib 33 anak cacat ganda yang memiliki riwayat tidak diketahui jelas keberadaan orang tuannya. Para penghuni kebanyakan anak-anak yang dirazia Satpol PP yang dibuang di pinggir jalan atau ditinggal oleh orangtua mereka. Mereka ini berusia 2 bulan – 30-an tahun dengan penderitaan fisik yang beragam seperti tunawicara, tunarungu, lumpuh, epilepsy, autis, polio, dan penyakit fisik lainnya.

Beliau selalu percaya dan yakin bahwa Allah tak akan menyia-nyiakan hamba-Nya yang berniat kebaikan. Dengan perjuangan keras beliau dibantu oleh teman-teman yang mendukung, terbukti hingga sekarang panti asuhan ini dapat beridiri dan berkembang. Meskipun sudah berpindah tempat hingga tiga kali.

Bapak Kuatman, S.Kom., selaku Wakil Kepala SMP Negeri 31 Semarang menuturkan tujuan kegiatan ini adalah sebagai salah satu kegiatan kecendekiawanan peserta didik SMP Negeri 31 Semarang. Selain itu, sebagai bentuk kepedulian seluruh warga SMP Negeri 31 Semarang kepada sesama.

“Kegiatan ini diharapkan dapat bermanfaat dan berkah tidak hanya bagi sekolah tetapi juga bagi anak-anak panti asuhan,” katanya, Jumat (21/9).

Acara diawali dengan sambutan dari pihak sekolah dan pihak panti asuhan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan barang bakti. Setelah itu, para OSIS dan guru yang ada diperkenankan berkunjung melihat keadaan anak-anak di panti asuhan tersebut.

Setelah selesai di Panti Al Rifda, selanjutnya adalah berkunjung bakti sosial juga di Panti Asuhan Baitul Falah. Letaknya masih sedaerah dengan Panti Asuhan Al Rifda yaitu di Tlogomulyo, Pedurungan, Semarang.

Acara tak jauh berbeda dengan kunjungan di panti asuhan sebelumnya. Pihak SMP Negeri 31 Semarang disambut baik oleh pihak Panti Asuhan Baitul Falah, yang diwakili oleh Bapak Masruhan. Beliau menjelaskan bahwa Panti Asuhan Baitul falah ini didirikan sebagai lembaga sosial yang menampung anak-anak dari golongan yatim, yatim piatu maupun dzuafa`. Karena melihat kondisi ril masyarakat sekitar yang masih terbebani biaya hidup saat ini, dimana masyarakat masih merasakan dampak dari krisis ekonomi. Panti Asuhan Baitul Falah berdiri sejak tahun 2005 yang lalu.

Setelah serangkaian acara selesai, ditutup dengan penyerahan donasi alat tulis, makanan ringan, sembako, dan santunan bagi anak yatim-piatu yang diterima langsung oleh Pengurus Panti Asuhan Baitul Falah.

Barang-barang donasi yang sudah disumbangkan tersebut adalah dari para peserta didik. Melatih peserta didik untuk peduli terhadap sesama.

Pada hari sebelumnya, Kamis, 20 September 2018 juga ada acara santunan kepada peserta didik yatim SMP Negeri 31 Semarang sebanyak 59 santunan. Santunan tersebut didapat dari Zakat Infaq Sadaqah (ZIS) gaji bulanan dari Bapak Ibu serta karyawan muslim SMP Negeri 31 Semarang dan dari kotak SOS Bulan Muharram.

Dari serangkaian acara tersebut, Spegasa mendapatkan pelajaran yang sangat berharga tentang kehidupan. Tentang kepercayaan, tolong menolong, dan keyakinan ‘Pasti Bisa’.

Kita menjadi tahu bahwa setiap manusia pasti saling membutuhkan. Jangan mentang-mentang kita yang terlahir sempurna bisa berbuat yang semena-mena. Kita perlu berpikir, Allah menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya. Pun dengan mereka yang mungkin di mata kita sangat rendah, tapi bisa jadi bagi Allah derajat mereka lebih tinggi daripada kita. Maka dari marilah kita menjadi manusia yang dapat bermanfaat bagi manusia yang lain, pun dengaan makhluk hidup yang lainnya, entah tumbuhan ataupun hewan. Sayangilah penduduk di bumi maka yang di langit pun akan menyayangimu.

#BaksosSpegasa
#SpegasaPeduli
#SpegasaJaya

SOSIALISASI PROGRAM SEKOLAH 2018/2019 PADA WALI PESERTA DIDIK

    

SMPN 31 Semarang – Rapat Sosialisasi Program Sekolah tahun 2018/2019 dilaksanakan Jumat, 14 September 2018 pukul 13.30 WIB bakda salat Jumat setelah acara Pensi dan Perpisahan PPL UNNES 2018. Rapat ini bertujuan untuk menyosialisasikan program kerja sekolah tahun ajaran 2018/2019 pada wali peserta didik.

Acara yang dihelat di lapangan SMP Negeri 31 Semarang ini dibagi dalam dua sesi. Tiap masing-masing sesi, acara dibuka dengan visi-misi capaian prestasi sekolah, serta rencana strategis satu tahun mendatang yang disampaikan oleh Kepala Sekolah.

Dalam sambutan Kepala Sekolah, Ibu Sumrih Rahayu S.Pd., M.Pd. menuturkan kenapa baru diadakan Rapat Sosialisasi Program Sekolah bukannya tanpa alasan. Beliau menjelaskan bahwa kemarin sempat terjadi masalah Dapodik, khususnya mengenai jumlah siswa. Kemudian beliau ke Jakarta untuk menanyakan sekaligus memperjuangkan para siswa tersebut. Dan syukur alhamdulillah semua dapat teratasi dan para siswa dapat belajar dengan nyaman.

Dalam acara Sosialisasi Program Sekolah ini, Kepala Sekolah mengenalkan para Pembantu Pimpinan dan terutama dikenalkan juga para wali kelas masing-masing kelas yang setiap hari berhadapan langsung dengan siswa, sekaligus sebagai pengganti orang tua siswa di sekolah.

Setelah sambutan dari Kepala Sekolah dan perwakilan para Komite Sekolah, acara dilanjutkan dengan pengenalan intens dengan wali kelas di masing-masing kelas dari kelas 7 sampai 9. Maksud dari acara tersebut agar komunikasi antara wali kelas dengan orang tua siswa dapat terjalin baik. Khususnya agar mempermudah komunikasi terkait pemberitahuan informasi apapun dalam kegiatan sekolah.

Alhamdulillah acara berlangsung tertib dan lancar. Semoga dari kegiatan ini komunikasi antara wali peserta didik dengan sekolah dapat terjalin dengan baik. Sehingga ke depan, program-program sekolah akan berjalan dengan lebih efektif lagi,

 

 

#Alhamdulillah

#Lancar

#Sukses

#SpegasaJaya😊

Kenangan Manis dalam Acara Pensi dan Perpisahan dengan Mahasiswa PPL UNNES

    

 

SEMARANG – Jumat (14/9) bertempat di Lapangan SMP Negeri 31 Semarang, diadakan Pensi sekaligus Perpisahan antara keluarga besar SMP Negeri 31 Semarang dengan mahasiswa PPL UNNES Tahun 2018.

Acara berlangsung meriah menyisakan banyak kenangan manis, tangis haru siswa dan mahasiswa tidak terbendung, itu adalah bukti bahwa selama mereka menjalani praktik mengajar di SMP Negeri 31 Semarang dapat diterima oleh siswa. Kenangan indah terasa begitu cepat. Tentu suka dan duka pastilah ada.

“Ucapan terima kasih dan permohonan maaf kami sampaikan kepada semua jajaran SMP Negeri 31 Semarang” kata salah seorang perwakilan dari PPL UNNES, “kami bersyukur atas segala bimbingan dari para guru pamong, khususnya mengenai bagaimana menjadi seorang guru” sambungnya.

Sementara itu, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya mewakili guru dan karyawan, menegaskan bahwa PPL pasti membawa pengalaman dan ilmu yang tidak akan dilupakan sampai nanti benar-benar menjadi guru. Dan pesan yang perlu dibawa pulang oleh PPL adalah apa yang baik di SMP Negeri 31 Semarang tolong sebarkan sejauh-jauhnya, dan yang buruk kubur dalam-dalam, begitu tegasnya dalam mengakhiri sambutan.

Acara penarikan juga dihadiri oleh Bapak Sri Haryono, M.Or. selaku dosen Koordinator Pembimbing. Beliau mengharapkan adanya kerja sama yang baik, bukan hanya sebatas pengiriman mahasiswa PPL, akan tetapi juga dalam bentuk yang lain, seperti pelatihan, penelitian, dan lain-lain. Hal ini disambut baik oleh Kepala Sekolah. Acara ini ditandai pemberian kenang-kenangan dari mahasiswa PPL kepada SMP Negeri 31 Semarang yang diterima oleh Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Acara dilanjutkan dengan pensi oleh para siswa perwakilan dari berbagai macam ekstrakurikuler yang ada di SMP Negeri 31 Semarang, mulai dari Pramuka yang menampilkan tarian senam Gemufamire, Rebana, Dance, dan masih banyak lagi yang lainnya.

Perpisahan bukan akhir dari silahturahmi, semoga di kesempatan lain kita bertemu kembali dalam hal yang lebih baik. Dan kami berdoa agar guru PPL (calon guru) menjadi guru yang tauladan, profesional, disiplin dan ramah tamah dalam bekerja. Aamiin. 😊

 

#Alhamdulillah_”31 Fest”_sukses_Lancar_Heboh…

#TerimaKasihOSISSpegasa

#TerimaKasihPPLUNNES2018

#SpegasaJaya😊

Shalat Idul Adha dan Penyembelihan Qurban di SMP Negeri 31 Semarang

       

Keluarga Besar SMP Negeri 31 Semarang melaksanakan Shalat Idul Adha di halaman sekolah dilanjutkan dengan penyembelihan hewan kurban (Rabu, 22 Agustus 2018). Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, SMP Negeri 31 Semarang melaksanakan Shalat Idul Adha di lokasi sekolah.

Kegiatan rutin tahunan ini juga diharapkan dapat meningkatkan semangat takwa kepada Allah SWT mempererat silaturrahmi antarsesama anggota keluarga besar SMP Negeri 31 Semarang khususnya bagi yang beragama Islam.

Kegiatan yang dilakukan setelah shalat ialah melaksanakan penyembelihan hewan qurban yang merupakan sumbangan dari pihak Kepala Sekolah, Guru, dan karyawan, serta iuran dari para siswa sebagai latihan qurban, ditambah lagi dari warga Tambakharjo. Hewan qurban tersebut terdiri dari 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing dengan lokasi penyembelihan masih berada di lingkungan sekolah.

 

 

#SpegasaBerkahIdulAdha😊