Hari Peduli Sampah Nasional 2019 di SMP N 31 Semarang

SMPN31SEMARANG.SCH.ID, SEMARANG – Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional 2019 di SMP N 31 Semarang

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional 2019 pada 21 Februari 2019, hari ini, Jumat (22/2) seluruh keluarga besar SMP N 31 Semarang melakukan kegiatan bersih-bersih sekolah dan memungut sampah plastik. Adapun sampah plastik yang terkumpul kemudian akan diolah secara menarik menjadi sebuah Ecobrick.

Ecobrick sendiri adalah bata ramah lingkungan terbuat dari botol yang diisi dengan sampah plastik hingga padat.

Penerapan metode Ecobrick ini diharapkan dapat mengurangi dan mengendalikan sampah plastik di SMP N 31 Semarang.

#HariPeduliSampahNasional2019

#SpegasaBersih

#SpegasaSehat

#JumatBerkah

Peserta Didik Spegasa Raih beragam Kejuaraan Lomba

 

SMPN31SEMARANG.SCH.ID, SEMARANG – Upacara Bendera Hari Senin, 4 Februari 2019, Spegasa diwarnai penganugerahan kepada peserta didik pemenang beragam kejuaraan lomba.

SMP Negeri 31 Semarang semakin melejit ke angkasa raya, dibuktikan oleh berbagai prestasi yang diraih peserta didik yang memenangkan beragam kejuaraan lomba.

Dimulai dari Ajang Latihan Lomba Baris (ATLAS) yang diadakan di SMP Negeri 33 Semarang pada hari Minggu, 3 Februari 2019, Spegasa berhasil menyabet total enam piala, yaitu:

  1. Juara Piala Bergilir Variasi dan Formasi Terbaik
  2. Juara 1 Variasi
  3. Juara 1 Formasi
  4. Juara 2 Danton
  5. Juara 3 PBB
  6. Juara 3 Kostum

Dilanjutkan dari lomba POPDA Tingkat SMP/MTs, SMA/SMK/MA Tingkat Kota Semarang Tahun 2019 pada tanggal 23-25 Januari 2019, Spegasa berhasil menyabet beragam kejuaraan dari beberapa kategori, yaitu:

  1. Juara 1 (1 x 2000 M Pa) oleh Bagus Ginanjar Purba Jati
  2. Juara 2 (1 x 2000 M Pa) oleh Satria Prima Nanda
  3. Juara 2 (1 x 2000 M Pi) oleh Qanita Aliiya Meysun
  4. Juara 3 (1 x 2000 M Pi) oleh Puput Palupi Puspitasari
  5. Juara 2 (K1 1000 M Pi) oleh Maharani Chika Ananda
  6. Juara 3 (K1 1000 M Pi) oleh Gabrielia Inez Elisya S
  7. Juara 2 (K2 1000 M Pi) oleh Maharani Chika Ananda dan Gabrielia Inez Elisya S
  8. Juara 3 (K2 1000 M Pi) oleh Puput Palupi Puspitasari dan Pradinya Adistya Az Zahra

Kemudian dari lomba futsal dalam acara Semarak HUT ke-37 SMA Teuku Umar Semarang tingkat SMP/MTs se-Kota Semarang, Spegasa berhasil menyabet Juara II yang diwakili oleh Tim Futsal Spegasa.

Semua kejuaraan tersebut dianugerahkan kepada para pemenang setelah upacara bendera selesai. Berbagai kemenangan kejuaraan ini tentunya tak lepas oleh usaha keras, bimbingan serta doa Bapak dan Ibu Guru SMP Negeri 31 Semarang.

Semoga Spegasa semakin berjaya ke angkasa raya.

 

#SpegasaPrestasi

#SpegasaJaya

Sambut Walikota Sekaligus 31 Menanam

SMPN31SEMARANG.SCH.ID, SEMARANG – SMP Negeri 31 Semarang sukses melaksanakan Tiga Satu Menanam dan Penyambutan Walikota Semarang tepat kedatangan tamu-tamu spesial, mulai dari para Mantan Kepala SMPN 31 Semarang, Kepala SMP se-Kota Semarang, Kepala Disdik Kota Semarang, Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, sampai pada orang nomor satu di Kota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi, S.E., M.M. sebagai Walikota Semarang.

Kamis, 31 januari 2019 adalah hari yang sangat membahagiakan bagi seluruh warga SMP Negeri 31 Semarang. Sekolah yang “mblusuk” dan terpinggirkan akhirnya dapat dipandang juga oleh para public figure Kota Semarang setelah mendapatkan Juara 1 dalam Lomba Sekolah Sehat se-Kota Semarang dan sekaligus menyabet gelar Adiwiyata tingkat Nasional satu-satunya di Kota Semarang.

Acara tepat dimulai pukul 08.30 WIB ditandai saat Walikota Semarang turun dari mobil kemudian disambut dengan sangat hangat oleh Tim Paskibra SMPN 31 Semarang serta semua tamu undangan yang hadir, terlebih Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMPN 31 Semarang yang mengalungkan kain langsung kepada Pak Hendi tanda selamat datang.

Acara kemudian diarahkan ke Hutan Mini SMPN 31 Semarang. Di lokasi tersebut Bapak Hendi langsung menanam bibit tanaman langka seperti Lohansung dan Ketepeng Kencana kemudian diikuti oleh para Mantan Kepala SMPN 31 Semarang yang ikut andil dalam penanaman tanaman langka di Hutan Mini SMPN 31 Semarang guna mendukung untuk bisa maju Adiwiyata Mandiri 2019.

Setelah acara menanam, kemudian mengarah ke Ruang Pajang. Di lokasi tersebut, Bapak Walikota beserta tamu undangan lainnya melihat-lihat koleksi lukisan karya anak-anak SMPN 31 Semarang dan Bapak Heriwanto, S.Pd. selaku guru Seni Budayanya. Di tempat itu pula Bapak Hendi dan Bapak Gunawan Saptogiri selaku Kepala Dinas Pendidikan dipersilakan melukis.

Acara dilanjutkan ke Tambak SMPN 31 Semarang. Tambak tersebut merupakan ikon SMPN 31 Semarang yang sesuai dengan nama kampung daerah tersebut, yaitu Tambakharjo. Di tambak tersebut, Bapak Hendi juga melakukan penebaran benih 5000 ikan. Dimana tambak itu juga berfungsi sebagai tempat penyerapan air jika terjadi genangan.

Tak lupa, beliau juga mengunjungi Ruang UKS yang tertata rapi dan bersih, pantas sebagai ikon pemenang Lomba Sekolah Sehat.

Berlanjut ke acara puncak yang berlangsung di Aula SMPN 31 Semarang. Acara puncak ini berisi dialog interaktif antara para warga SMPN 31 Semarang serta segenap tamu undangan yang hadir dengan Walikota Semarang, Bapak Hendrar Prihadi, S.E., M.M.

Acara diawali oleh sambutan Kepala SMPN 31 Semarang yang mengungkapkan segala rasa bahagianya karena penantian sekian lama akhirnya terlaksana juga, yaitu kedatangan Walikota Semarang ditambah kedatangan serta keantusiasan para tamu undangan yang terdiri atas Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Perikanan, para Kepala SMPN se-Kota Semarang, para Mantan Kepala SMPN 31 Semarang, Camat, Dandim, Kapolsek, Lurah, Komite, Puskesmas Lebdosari, Babinsa, Babinkamtibmas, sampai Alumni SMPN 31 Semarang.

Terima kasih tak lupa disampaikan kepada seluruh pihak mendukung dalam sukses dan majunya SMPN 31 Semarang ini. Mulai dari pihak Kecamatan Tambakharjo, pihak Puskesmas Lebdosari, Komite, Alumni, serta seluruh pihak yang tak bisa disebutkan satu persatu.

Bahagia tak terkira tentunya tak hanya dirasakan oleh kepala sekolah saja, tetapi seluruh warga SMPN 31 Semarang, terutama Bapak Edy Dwiatmana, S.Pd. selaku Ketua Panitia dalam acara tersebut sekaligus orang yang paling sepuh serta sebagai pelopor berdirinya SMPN 31 Semarang. Acara ini bisa dibilang kado terindah dan spesial juga untuk beliau menjelang masa pensiunnya setelah mengabdi sekian tahun lamanya untuk SMPN 31 Semarang.

Acara dilanjutkan prakata dari Bapak Hendi sebelum masuk ke dialog interaktif antara Bapak Hendi dengan para peserta. Beliau mengapresiasi SMPN 31 Semarang lantaran prestasinya yang sudah mencapai tingkat nasional.

SMPN 31 Semarang sendiri telah menerima penghargaan Adiwiyata Tingkat Nasional 2018 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Progresnya semakin baik, bahkan prestasinya sudah tingkat nasional.

Meskipun tempatnya ‘mblusuk’, tidak di tengah kota, namun ada prestasi nasional yang bisa dibanggakan dari sekolah ini,” tutur Bapak Hendi.

Bapak Hendi juga menyerap aspirasi dari pihak sekolah, memastikan proses pendidikan lancar dan mengecek kondisi infrastruktur di sekolahan dengan lahan seluas 1,7 Hektare itu.

Tak lupa, Pak Hendi juga memberikan kata-kata atau wejangan kepada para peserta didik SMPN 31 Semarang sebagai pemantik semangat untuk terus maju memberikan yang terbaik bagi SMPN 31 Semarang juga Kota Semarang.

Terima kasih yang tak terhingga dari warga SMPN 31 Semarang kepada seluruh elemen yang hadir dan apresiasinya yang luar biasa untuk kami. Sampai-sampai merelakan waktu yang berharganya untuk datang dan meramaikan suasana acara Tiga Satu Menanam ini.

Kami merasa terharu juga, sekolah pinggiran yang bahkan Pak Walikota menyebutnya ‘mblusuk’ akhirnya dapat dipandang dan unjuk gigi dihadapan seluruh Kepala SMP se-Kota Semarang serta kepada para elemen yang mewakili instansi Kota Semarang yang tak bisa kami sebutkan satu persatu, terlebih kepada Bapak Hendi selaku Walikota Semarang yang berkenan hadir dan bahkan sampai memuji SMPN 31 Semarang.

 

#TigaSatuMenanam

#SambutWalikotaSemarang

#GoAdiwiyataMandiri2019

#TerimaKasihJ

#SpegasaJaya^_^

Keakraban SMPN 1 Semarang dan SMPN 31 Semarang dalam Studi Banding Sekolah Adiwiyata

    

SEMARANG – Jumat, 25 Januari 2018, SMP Negeri 31 Semarang kedatangan tamu spesial yang telah melaukan studi banding adiwiyata/sekolah berbasis lingkungan, yaitu SMP Negeri 1 Semarang. Tamu yang berkunjung ke SMPN 31 Semarang adalah para peserta didik, staf, guru sampai Kepala SMPN 1 Semarang yang ingin belajar adiwiyita bersama SMPN 31 Semarang. Rombongan tersebut dating untuk belajar bersama bagaimana menata lingkungan, mengelola sekolah berbasis lingkungan/adiwiyata, sampai menciptakan budaya warga sekolah cinta lingkungan.

Kunjungan tersebut diawali dengan sambutan pemaparan program adiwiyata dan sekolah sehat SMPN 31 Semarang yang disampaikan oleh Kepala SMPN 31 Semarang dengan diselingi tanya jawab/diskusi/saling berbagi informasi penuh keakraban kekeluargan di antara kedua belah pihak. Rombongan SMPN 1 Semarang belajar ke SMPN 31 Semarang fokus pada menciptakan budaya peduli lingkungan.

Rombongan yang dinakhodai oleh Ibu Nining Sulistyaningsih, S.Pd., M.Pd juga kagum pada SMPN 31 Semarang yang dapat menciptakan lingkungan berbasis alam seutuhnya. Hal ini di sekolah seperti di labortorium alam yang alami, ada tanaman obat, tanaman buah, tanaman sayur, pepohonan yang besar dan rindang, ada hutan mini, serta ada tambak yang menjadi ciri khas utama SMPN 31 Semarang. Intinya SMPN 31 Semarang memiliki “kebun raya yang mini” dan sangat cocok untuk dijadikan sumber belajar bagi siapa saja yang memerlukan.

Selain kagum pada penataan lingkungan yang asri, rombongan juga belajar menata sumur resapan, biopori, greenhouse sebagai tempat persemaian, pembuatan kompos organik, ruang pajang yang banyak lukisan tentang alam dari Pak Heriwanto, S.Pd., kemudian ke ruang keterampilan yang penuh dengan karya peserta didik yang menggunakan bahan-bahan memanfaatkan barang bekas, terutama plastik atau bahan yang lama untuk terurai. Tak ketinggalan, observasi juga dilakukan ke ruang UKS yang representatif. UKS ini yang juga menjadi ikon penting dalam kemenangan Lomba Sekolah Sehat kemarin.

Setelah rombongan berduskusi, observasi, dilanjutkan dengan foto-foto di lingkungan SMPN 31 Semarang yang dianggap berkesan.

Terima kasih kepada SMPN 1 Semarang yang berkenan berkunjung ke SMPN 31 Semarang. Kami merasa bahagia dan bangga. Semoga apa yang didapat bisa bermanfaat untuk kemajuan sekolah bersama, khususnya SMPN 1 dan 31 Semarang.

 

#BelajarBersamaLingkungan😊

#AdiwiyataNasional

#SekolahSehat

#SpegasaJaya^_^

 

Dua Penghargaan Bergengsi Lengkapi Happy Ending Spegasa di 2018

   

SEMARANG, SMPN31SEMARANG.SCH.ID – Senin, 14 Januari 2019, dua penghargaan bergengsi resmi disandang Spegasa sebagai Sekolah Adiwiyata Nasional dan Juara I dalam Lomba Sekolah Sehat tingkat Kota Semarang.

Acara penyerahan penghargaan Adiwiyata Nasional dan Sekolah Sehat dilakukan usai upacara bendera di hadapan para peserta didik. Selain untuk memberikan informasi tentu juga berbagi kebahagiaan dan rasa kebanggaan atas prestasi di sekolahnya yang semoga juga dapat memupuk prestasi peserta didik dalam bidang akademik maupun non-akademik.

Penghargaan Adiwiyata Nasional ditandai dengan wujud Piagam Penghargaan Adiwiyata dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI. Piagam tersebut diberikan oleh Bapak Faezal, A.Md. selaku ketua panitia adiwiyata nasional kepada Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 31 Semarang.

Kemudian dari Kepala Sekolah menyematkan Lencana Adiwiyata kepada Bapak Faezal, A.Md. sebagai perwakilan dari teman-teman guru, karyawan, dan para peserta didik sebagai penghargaan telah berjuang membantu menyukseskan Sekolah Adiwiyata sampai tingkat Nasional.

Tidak ketinggalan, Ibu Samiyem, M.Pd. selaku ketua panitia lomba sekolah sehat juga ikut andil dalam penyerahan penghargaan berupa piala dan piagam kejuaraan sebagai Juara I Lomba Sekolah Sehat.

Happy ending atau akhir cerita yang bahagia 2018 Spegasa tak hanya ditutup oleh dua penghargaan di atas, melainkan ada satu yang hampir terlupa, yaitu Akreditasi Sekolah yang mendapatkan nilai “A Gemuk”.

Komponen dalam akreditasi yang paling berjasa karena mendapatkan nilai sempurna, yaitu 100 sehingga dapat mengangkat nilai komponen yang lainnya menjadi kategori “Unggul”. Komponen tersebut adalah Standar Isi yang dikoordinatori oleh Ibu Iin Sulistyowati, S.Pd.

Bahagia tak terkira tentunya dirasakan oleh Bu Iin. Dari perjuangan keras beliau dan kawan-kawan sehingga kepala sekolah merasa pantas memberikan reward kepada Bu Iin sebagai motivasi dan selain itu juga ternyata hari ini adalah sekaligus hari ulang tahun Ibu Iin Sulistyowati, S.Pd. ke-41.

Dari berbagai penghargaan yang diraih oleh Spegasa di tahun 2018, tentunya tidak lepas dari sang Nakhoda yang luar biasa, yaitu Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. yang ternyata beliau adalah peraih penghargaan sebagai Penggerak Adiwiyata Terbaik Kota Semarang selama dua tahun berturut-turut (2017-2018) yang diberikan langsung oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang.

Semoga dengan rentetan prestasi membanggakan Spegasa tak membuat berbesar kepala tetapi semakin merunduk bak padi yang sudah tua karena berisi beras di dalamnya. Dan semoga di tahun 2019, Spegasa dapat mempertahankan atau bahkan menjadi sekolah yang lebih baik lagi dari tahun 2018.

 

 

#SpegasaAdiwiyataNasional

#SpegasaLingkunganSehat

#SpegasaJuara

#SpegasaJaya😊

Pemenang Class Meeting Terima Hadiah

SMPN31SEMARANG.SCH.ID – OSIS Spegasa melakukan pembagian hadiah bagi siswa-siswi yang juara dalam kegiatan lomba class meeting, Senin (07/01/19) setelah upacara pagi selesai.

Ibu Sumrih Rahayu selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 31 Semarang mengungkapkan pembagian hadiah di hadapan siswa baru sangatlah tepat untuk memberikan motivasi bagi penerima hadiah dan teman-temannya yang menyaksikan penyerahan hadiah tersebut. “Class meeting dilakukan setiap akhir semester sebagai langkah sekolah dalam membina dan mencetak bibit muda dalam bidang olahraga, seni, serta minat dan bakat siswa yang lainnya,” ujar beliau.

Penyerahan hadiah diserahkan oleh beberapa guru yang ditunjuk untuk menyerahkan serta diakhiri pemberian oleh Kepala SMP Negeri 31 Semarang sekaligus memberikan semangat kepada siswa lainnya untuk bersaing atau berlomba-lomba dalam kebaikan, lebih utamanya prestasi agar dapat bermanfaat bagi para siswa saat ini sampai masa depan. Acara tersebut berlangsung lancar dan meriah diiringi riuh tepuk tangan para siswa, guru, serta karyawan Spegasa.

Salah satu wali kelas, Ibu Mazidah, S.Pd (wali kelas 9B) merasa bangga siswa-siswinya keluar sebagai juara di lomba futsal, kebersihan kelas, dan memasak dalam class meeting.

“Saya bangga pada anak-anak saya atas kerjasama dan sportitasnya mereka meraih juara 1 dan 2. Ini bisa menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih baik lagi. Dan semoga anak-anak saya dapat menjadi contoh yang baik serta menjadi motivasi kepada adik-adik kelasnya,” ungkapnya.

Sementara Firman, salah satu siswa perwakilan kelas yang menang class meeting mengaku senang bisa mendapatkan hadiah.

“Walaupun tidak seberapa namun saya senang dan bangga karena disaksikan oleh teman-teman dan guru-guru,” ungkapnya.

Berikut adalah daftar pemenang kegiatan lomba class meeting Spegasa.

 

  1. Juara Futsal:
  • Juara 1 Kelas 9B
  • Juara 2 Kelas 8A
  • Juara 3 Kelas 7H

 

  1. Juara Kebersihan Kelas:
  • Juara 1 Kelas 9B
  • Juara 2 Kelas 7G
  • Juara 3 Kelas 8F

 

  1. Juara Mading:
  • Juara 1 Kelas 9D
  • Juara 2 Kelas 8C
  • Juara 3 Kelas 7E

 

  1. Juara Menyanyi:
  • Juara 1 Kelas 9G
  • Juara 2 Kelas 8C
  • Juara 3 Kelas 9E

 

  1. Juara Teman Holic/Dance:
  • Juara 1 Kelas 9F
  • Juara 2 Kelas 7G
  • Juara 3 Kelas 8E

 

  1. Juara Memasak:

-Juara Kelas 9-

  • Juara 1 Kelas 9H
  • Juara 2 Kelas 9B
  • Juara 3 Kelas 9D

-Juara Kelas 8-

  • Juara 1 Kelas 8D
  • Juara 2 Kelas 8A
  • Juara 3 Kelas 8B

-Juara Kelas 7-

  • Juara 1 Kelas 7F
  • Juara 2 Kelas 7H
  • Juara 3 Kelas 7G

 

#SpegasaSportif

#SpegasaJaya

Bintang yang Kini Jadi Bintang Bahagia Sempat Kunjung ke Mantan Sekolah

SEMARANG – Bintang, mantan peserta didik SMP Negeri 31 Semarang yang kini telah menjadi pemain salah satu klub sepak bola ternama di Indonesia menyempatkan diri silaturahmi ke mantan sekolah tercintanya sebelum pulang ke Bali, Rabu (2/1).

Bintang berkunjung ke mantan sekolah tercintanya, yaitu SMP Negeri 31 Semarang atau yang sering disebut Spegasa tetap rendah hati walaupun telah menjadi bintang sepak bola Indonesia junior U-16, tepatnya di Bali United U-16.

Bintang silaturahmi ke mantan sekolahnya itu dengan cara melakukan eksibisi atau pertandingan persahabatan futsal dengan teman-temannya kala mereka pernah canda tawa bersama.

Meskipun hanya berlangsung beberapa menit, sudah dapat mengobati rasa kangen Bintang pada teman-temannya. Riuh sorak sorai penonton menambah betapa bahagianya Bintang dan merasa bangga dia pernah sekolah di sini.

Sebelum pamit, Bintang memberikan hadiah berupa jersey sepak bola Timnas Indonesia kepada dua temannya yang dianggap berpotensi untuk menjadi pemain bola bahkan bisa bersaing dengan dirinya pada nantinya.

“Teman-teman Spegasa banyak yang memiliki potensi lebih di bidang olah raga, khususnya sepak bola. Saya tahu sendiri tentang mereka, bagaimana mereka bermain, bahkan keseharian mereka. Karena saya pernah bersama mereka. Saya berharap teman-teman ada yang bisa menyusul saya, bahkan mungkin lebih.”

Semoga dengan adanya Bintang dengan pembuktiannya, akan muncul lagi Bintang-Bintang yang lainnya yang dapat mengharumkan nama Spegasa dan Indonesia.

#SpegasaPrestasi😊
#SpegasaJaya

Tahun Baru, Semangat Baru, Kedisiplinan Harus Tetap Dilaksanakan

   

SEMARANG – Rabu, 2 Januari 2018, Apel Pagi dilaksanakan di lapangan upacara SMP Negeri 31 Semarang. Riuh para siswa menyertai sambutan amanat kepala sekolah yang menyampaikan pesan tahun baru agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, kesehatan, dan semangat belajar.

Pagi hari penuh keceriaan terlihat dari jauh raut wajah rekan-rekan guru, pimpinan, karyawan dan siswa yang hadir di sekolah. Aura kebahagiaan terpancar dari senyuman, kala mereka saling menatap dan menyapa. Indahnya bertegur sapa melepas kerinduan masa liburan yang cukup panjang. Saling bertukar cerita pengalaman masa liburan menjadi sebuah kebahagian tersendiri, ini mungkin efek refreshing yang begitu bermakna.

Liburan semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 telah usai. Mulai kembali menyiapkan energi dan segenap kekuatan pikiran untuk menuntaskan pekerjaan yang tertunda serta rencana lainnya. Masih banyak planning tahun ini yang perlu didesain sebaik mungkin. Mudah-mudahan dengan tahun baru semangat baru, berharap akan semakin kreatif dan inovatif dengan melahirkan gagasan baru demi kemajuan sekolah.

Untuk menjaga sikap disiplin siswa yang terlalu lama tidak dikontrol, bapak ibu guru melakukan razia kedisiplinan siswa, khususnya rambut dan seragam.

Setelah dirazia, ternyata ditemukan banyak siswa laki-laki yang melakukan penyimpangan kedisiplinan. Didapati banyak rambut siswa yang panjang dan dicat, ada warna merah, hijau, biru, dan warna nyeleneh lainnya. Kemudian banyak juga celana siswa yang diketatkan model pensil.

Tindakan untuk siswa yang masalah rambut, mereka harus memotong sampai rapi, jika besoknya saat masuk sekolah didapati belum dirapikan, pihak sekolah yang akan merapikan rambut mereka.

Untuk siswa yang bermasalah dengan celananya, tentu saja mereka harus mendedel jahitan sampai celananya longgar.

Sungguh disesalkan memang, siswa yang harusnya di tahun baru ini dapat lebih melaksanakan kedisplinan ternyata malah banyak yang melakukan penyimpangan.

Kebijakan ini tentunya bukanlah tindakan semena-mena dari pihak sekolah, tetapi bertujuan pada kebaikan siswa.

Dengan dilaksanakannya razia kedisiplinan ini semoga membuat siswa jera dan lebih dapat mematuhi tata tertib kedisiplinan sekolah dengan sebaik-baiknya.

Tahun baru semangat baru menjadi senjata baru yang akan menambah kekuatan sekolah. Senjata perang pun butuh perawatan agar senantiasa baik ketika digunakan. Apalagi kita, tunggu apalagi, mari kita terus bangun semangat baru, agar senantiasa memberikan yang terbaik untuk lembaga pendidikan, khusunya SMP Negeri 31 Semarang.

#SpegasaTertib😊
#SpegasaHappyNewYear2019😊
#SpegasaJaya

Penghargaan Adiwiyata Nasional

  

JAKARTA (SMPN31SEMARANG.SCH.ID) – Jumat, 21 Desember 2018, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan penghargaan Adiwiyata nasional dan mandiri kepada 396 sekolah yang dinilai peduli lingkungan. Salah satunya adalah SMP Negeri 31 Semarang.

Di antara sekolah yang mendapat penghargaan ada 279 sekolah yang mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional dan 117 sekolah mendapat penghargaan Adiwiyata Mandiri.

“Program Adiwiyata adalah program untuk menciptakan sekolah peduli dan berbudaya lingkungan, yang bertujuan untuk mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan,” kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ibu Siti Nurbaya Bakar dalam acara pemberian penghargaan di Jakarta.

Ibu Siti menuturkan program Adiwiyata harus terus dikembangkan agar mampu mewujudkan atau menghadirkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Program Adiwiyata mencakup penilaian kebijakan sekolah, kurikulum, kegiatan lingkungan berbasis partisipatif dan pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan di sekolah.

Kepala Pusat Pelatihan Masyarakat dan Pengembangan Generasi Lingkungan, Cicilia Sulastri mengatakan tahun ini ada 875 sekolah yang terdiri atas 784 sekolah negeri dan 91 sekolah swasta di 273 kota/kabupaten di 32 propinsi yang diusulkan oleh Dinas Lingkungan Hidup untuk mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional. Dari 875 sekolah yang diusulkan, ada 279 sekolah yang memenuhi kriteria dan berhasil mendapatkan penghargaan Adiwiyata Nasional.

Di antara banyaknya sekolah yang yang menjadi peserta dalam program Adiwiyata Nasional, SMP Negeri 31 Semarang adalah salah satu peraih penghargaan Adiwiyata Nasional dan satu-satunya peraih penghargaan Adiwiyata Nasional dari Kota Semarang.

Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 31 Semarang datang dan menerima langsung penghargaan dari KLHK itu. Beliau sangat bangga serta tak lupa mengucapkan rasa terima kasih yang tiada terkira pada semua pihak yang berperan sehingga SMP Negeri 31 Semarang bisa lolos Adiwiyata tingkat Nasional.

“Terima kasih untuk semua yang sudah berperan sehingga SMP 31 Semarang lolos Adiwiyata tingkat Nasional. Penghargaan ini milik kita semua. Dan Tetap semangat,” ujar beliau.

Semoga dengan diraihnya penghargaan ini SMP Negeri 31 Semarang dapat menjaga lingkungan dengan lebih baik lagi, tambah jaya, dan tetap rendah hati. Serta semoga dapat menjadi contoh baik bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di kota Semarang.

Hasil Tak Akan Pernah Mengkhianati Usaha

Sumber: https://www.antaranews.com/…/396-sekolah-terima-penghargaan…

#SuksesAdiwiyataNasional
#Semangat&Bersyukur
#SpegasaJaya

Sekolahku Adiwiyata

    

Kondisi lingkungan yang ada di sekitar kita perlu diperhatikan, demi terciptanya lingkungan yang asri dengan udara yang sejuk. Menghirup udara yang sejuk nan segar merupakan suatu bentuk kenikmatan untuk menikmati keindahan alam. Dengan kondisi lingkungan alamnya yang asri nan hijau akan menciptakan rasa nyaman bagi kehidupan yang ada di dalamnya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa hidup ini bergantung pada alam, jika kondisi alamnya baik, maka kehidupan yang ada di dalamnya pun akan baik. Dalam ruang lingkup yang paling sederhana misalnya lingkungan rumah sebagai tempat tinggal, serta lingkungan sekolah yang juga merupakan tempat tinggal yang kedua, perlu diperhatikan kondisi lingkungan alam sekitarnya.

Dalam mewujudkan suatu lingkungan yang asri nan hijau, perlu adanya kerja sama antara manusia dengan alam, karena alam merupakan bagian dari kehidupan. Menjaga dan merawat keindahan alam merupakan hal yang paling sulit. Dalam menciptakan suatu lingkungan yang asri nan hijau itu bukan hal yang mudah, jika tidak adanya hubungan kerja sama antara manusia dan lingkungannya. Besar kecilnya pengusahaan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang asri nan hijau, hasil yang akan diperoleh pasti memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan yang ada di dalamnya, karena yang paling penting adalah cara menjaga dan merawat keindahan alam yang sudah tertata dengan baik. Sulit jika tidak ada usaha untuk mencobanya. Selain itu, perlu adanya kesadaran yang harus dimiliki oleh setiap individu yang ada dalam lingkungan tersebut untuk menjaga keasrian alamnya.

Nah, salah satu sekolah yang sudah mewujudkan pelestarian lingkungan adalah SMP Negeri 31 Semarang atau yang akrab disebut “Spegasa”. Sejak dinahkodai oleh Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd., Spegasa melejit ke arah yang lebih baik. Khususnya dengan program tentang wawasan lingkungannya. Bisa dibilang karena basic beliau adalah dari Ilmu Pengetahuan Alam menjadikan alam sebagai salah satu bagian hidup beliau yang kemudian dicurahkan lewat program untuk kemajuan Spegasa, tentunya.

Beberapa tahun belakangan ini, Spegasa telah menggaung sebagai sekolah Adiwiyata. Diawali dari program Jumat gotong-royong, berupa kebersihan kelas, kemudian meluas dengan melakukan penanaman bunga, tanaman hias, pepohonan, pengadaan hutang mini, gazebo, sampai tambak yang menambah sejuk nan asrinya sekolah ini. Selain itu, dengan adanya tambak menjadikan sekolah ini memiliki ciri khas dan berkarakter tentunya.

Tahun ini bisa dibilang tahun yang membuat semangat kekeluargaan berkobar bagi Spegasa. Beberapa bulan terakhir di tahun ini, siswa, guru, karyawan, bersama paguyuban orang tua siswa ikut andil dalam mendukng program sekolah untuk maju ke Adiwiyata tingkat Nasional. Tidak tanggung-tanggung, seluruh taman tiap kelas dibenahi sedemikian rupa hingga terwujud suatu maha karya yang luar biasa. Ada yang memanfaat botol plastik menjadi pagar hias, pot bunga, sampai vertical garden. Ada yang memanfaatkan sepatu bekas menjadi pot-pot bunga, sampai ban bekas pun jadi maha karya yang indah, tentunya dengan dipoles cat warna yang merona. Dengan adanya program ini pula, potensi warga Spegasa mulai bermunculan, salah satunya adalah Bapak Bazarevan selaku Petugas Kebersihan Spegasa yang menunjukkan High Class-nya sebagai seniman ulung. Beliau ternyata mahir menggambar gambaran tiga dimensi yang tentunya menambah eloknya sekolah ini. “Jadi tambah betah nih di sekolah,” ujar salah satu siswa Spegasa.

Keasrian lingkungan sekolah yang hijau  akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kehidupan yang ada di dalamnya. Dilihat dari nilai estetikanya, sekolah yang keadaan alamnya baik, akan terlihat begitu asri. Apalagi dengan tata lingkungannya yang baik pula, akan memberikan kesan nyaman serta hijaunya alam yang ada di lingkungan tersebut akan menambah kesejukan. Kesan baik yang diberikan oleh sekolah juga berpengaruh terhadap kualitasnya, baik dalam hal sumber daya manusianya maupun kualitas sekolah itu secara keseluruhan.

Melakukan perubahan terhadap alam, sebenarnya tidak perlu berlomba-lomba untuk menghijaukan lingkungan alam yang lebih luas, lakukanlah perubahan untuk lingkungan sekitar kita terlebih dahulu.  Lingkungan yang kondisi alamnya baik merupakan cerminan nilai moral yang baik. Ingatlah bahwa alam ini merupakan bagian dari kehidupan. Maka jagalah keseimbangan antara kehidupan dan alam. Sekolah yang kondisi lingkungannya baik, asri nan hijau harus tetap dipertahankan.

Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita berusaha untuk dapat melakukan suatu perubahan terhadap alam, demi terciptanya kondisi lingkungan alam yang baik. Sebagai generasi penerus bangsa yang tertanamkan nilai-nilai kehidupan, harus dapat berperilaku seperti orang yang berpendidikan yang menanamkan sikap kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Hidup bersama dengan alam, melakukan perubahan yang kecil menuju perubahan yang besar.

Dengan terwujudnya pelestrian lingkungan ini, selain kita mendapatkan manfaat berupa banyaknya oksigen dan semilirnya sepoi angina yang menerpa, tentunya semangat proses Pendidikan menjadikan lebih sejuk, lebih baik, dan lebih bermakna positif.

Alhamdulillah, Spegasa menutup kisah di tahun 2018 ini dengan Happy Ending. Kami lolos sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Ini menunjukkan bahwa memang benar proses itu tidak akan mengkhianati hasil. Semoga kabar bahagia ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, kemudian warga Spegasa sampai para alumni pada khususnya.

Untuk sekolah-sekolah lain, semoga Spegasa dapat menjadi motivasi bahwa Pendidikan Lingkungan Hidup itu sangat penting dan perlu diwujudkan serta dilestrikan, mengetahui global warming semakin menjadi-jadi.

Dengan predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, semoga Spegasa dapat melestarikan dan mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup ini menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

 

#SpegasaGoGreen

#AdiwiyataNasional😊

#SpegasaJaya^_^