Sekolahku Adiwiyata

    

Kondisi lingkungan yang ada di sekitar kita perlu diperhatikan, demi terciptanya lingkungan yang asri dengan udara yang sejuk. Menghirup udara yang sejuk nan segar merupakan suatu bentuk kenikmatan untuk menikmati keindahan alam. Dengan kondisi lingkungan alamnya yang asri nan hijau akan menciptakan rasa nyaman bagi kehidupan yang ada di dalamnya. Seperti yang telah kita ketahui bahwa hidup ini bergantung pada alam, jika kondisi alamnya baik, maka kehidupan yang ada di dalamnya pun akan baik. Dalam ruang lingkup yang paling sederhana misalnya lingkungan rumah sebagai tempat tinggal, serta lingkungan sekolah yang juga merupakan tempat tinggal yang kedua, perlu diperhatikan kondisi lingkungan alam sekitarnya.

Dalam mewujudkan suatu lingkungan yang asri nan hijau, perlu adanya kerja sama antara manusia dengan alam, karena alam merupakan bagian dari kehidupan. Menjaga dan merawat keindahan alam merupakan hal yang paling sulit. Dalam menciptakan suatu lingkungan yang asri nan hijau itu bukan hal yang mudah, jika tidak adanya hubungan kerja sama antara manusia dan lingkungannya. Besar kecilnya pengusahaan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang asri nan hijau, hasil yang akan diperoleh pasti memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan yang ada di dalamnya, karena yang paling penting adalah cara menjaga dan merawat keindahan alam yang sudah tertata dengan baik. Sulit jika tidak ada usaha untuk mencobanya. Selain itu, perlu adanya kesadaran yang harus dimiliki oleh setiap individu yang ada dalam lingkungan tersebut untuk menjaga keasrian alamnya.

Nah, salah satu sekolah yang sudah mewujudkan pelestarian lingkungan adalah SMP Negeri 31 Semarang atau yang akrab disebut “Spegasa”. Sejak dinahkodai oleh Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd., Spegasa melejit ke arah yang lebih baik. Khususnya dengan program tentang wawasan lingkungannya. Bisa dibilang karena basic beliau adalah dari Ilmu Pengetahuan Alam menjadikan alam sebagai salah satu bagian hidup beliau yang kemudian dicurahkan lewat program untuk kemajuan Spegasa, tentunya.

Beberapa tahun belakangan ini, Spegasa telah menggaung sebagai sekolah Adiwiyata. Diawali dari program Jumat gotong-royong, berupa kebersihan kelas, kemudian meluas dengan melakukan penanaman bunga, tanaman hias, pepohonan, pengadaan hutang mini, gazebo, sampai tambak yang menambah sejuk nan asrinya sekolah ini. Selain itu, dengan adanya tambak menjadikan sekolah ini memiliki ciri khas dan berkarakter tentunya.

Tahun ini bisa dibilang tahun yang membuat semangat kekeluargaan berkobar bagi Spegasa. Beberapa bulan terakhir di tahun ini, siswa, guru, karyawan, bersama paguyuban orang tua siswa ikut andil dalam mendukng program sekolah untuk maju ke Adiwiyata tingkat Nasional. Tidak tanggung-tanggung, seluruh taman tiap kelas dibenahi sedemikian rupa hingga terwujud suatu maha karya yang luar biasa. Ada yang memanfaat botol plastik menjadi pagar hias, pot bunga, sampai vertical garden. Ada yang memanfaatkan sepatu bekas menjadi pot-pot bunga, sampai ban bekas pun jadi maha karya yang indah, tentunya dengan dipoles cat warna yang merona. Dengan adanya program ini pula, potensi warga Spegasa mulai bermunculan, salah satunya adalah Bapak Bazarevan selaku Petugas Kebersihan Spegasa yang menunjukkan High Class-nya sebagai seniman ulung. Beliau ternyata mahir menggambar gambaran tiga dimensi yang tentunya menambah eloknya sekolah ini. “Jadi tambah betah nih di sekolah,” ujar salah satu siswa Spegasa.

Keasrian lingkungan sekolah yang hijau  akan memberikan dampak positif bagi lingkungan dan kehidupan yang ada di dalamnya. Dilihat dari nilai estetikanya, sekolah yang keadaan alamnya baik, akan terlihat begitu asri. Apalagi dengan tata lingkungannya yang baik pula, akan memberikan kesan nyaman serta hijaunya alam yang ada di lingkungan tersebut akan menambah kesejukan. Kesan baik yang diberikan oleh sekolah juga berpengaruh terhadap kualitasnya, baik dalam hal sumber daya manusianya maupun kualitas sekolah itu secara keseluruhan.

Melakukan perubahan terhadap alam, sebenarnya tidak perlu berlomba-lomba untuk menghijaukan lingkungan alam yang lebih luas, lakukanlah perubahan untuk lingkungan sekitar kita terlebih dahulu.  Lingkungan yang kondisi alamnya baik merupakan cerminan nilai moral yang baik. Ingatlah bahwa alam ini merupakan bagian dari kehidupan. Maka jagalah keseimbangan antara kehidupan dan alam. Sekolah yang kondisi lingkungannya baik, asri nan hijau harus tetap dipertahankan.

Tidak ada hal yang tidak mungkin jika kita berusaha untuk dapat melakukan suatu perubahan terhadap alam, demi terciptanya kondisi lingkungan alam yang baik. Sebagai generasi penerus bangsa yang tertanamkan nilai-nilai kehidupan, harus dapat berperilaku seperti orang yang berpendidikan yang menanamkan sikap kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Hidup bersama dengan alam, melakukan perubahan yang kecil menuju perubahan yang besar.

Dengan terwujudnya pelestrian lingkungan ini, selain kita mendapatkan manfaat berupa banyaknya oksigen dan semilirnya sepoi angina yang menerpa, tentunya semangat proses Pendidikan menjadikan lebih sejuk, lebih baik, dan lebih bermakna positif.

Alhamdulillah, Spegasa menutup kisah di tahun 2018 ini dengan Happy Ending. Kami lolos sebagai Sekolah Adiwiyata tingkat Nasional. Ini menunjukkan bahwa memang benar proses itu tidak akan mengkhianati hasil. Semoga kabar bahagia ini bisa dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya, kemudian warga Spegasa sampai para alumni pada khususnya.

Untuk sekolah-sekolah lain, semoga Spegasa dapat menjadi motivasi bahwa Pendidikan Lingkungan Hidup itu sangat penting dan perlu diwujudkan serta dilestrikan, mengetahui global warming semakin menjadi-jadi.

Dengan predikat Sekolah Adiwiyata Nasional, semoga Spegasa dapat melestarikan dan mengembangkan Pendidikan Lingkungan Hidup ini menjadi lebih baik lagi dari yang sebelumnya.

 

#SpegasaGoGreen

#AdiwiyataNasional😊

#SpegasaJaya^_^

 

Kemah Bakti SMP Negeri 31 Semarang 8-9 Desember 2018 di Wonolopo – Mijen, Semarang

Untuk mendarmakan Tri Satya dan membaktikan Dasa Dharma, pramuka penggalang klas 7 SMP Negeri 31 Semarang mengadakan kemah bakti di Griya Pawening Jati, Desa Wonolopo, Mijen, Semarang. Dewan Galang kelas 8, kelas 9, serta para alumni Pragasa berpartisipasi untuk menghidupkan kegiatan termasuk tindakan dadakan ketika evakuasi pada waktu hujan dan hal lainnya. Pengejawantahan Dasa Dharma terasa dalam kegiatan selama dua hari (8-9 Desember 2018). Upacara Pembukaan, pendirian tenda, out bond, ibadah, makan bersama, penjelajahan alam menyusuri hutan jati, senam pramuka, pentas seni, pengukuhan dewan galang kelas 7, kerja bakti, sampai upacara penutup

Apresiasi paguyuban orang tua siswa dan komite yang mendukung kegiatan juga luar biasa melalui kunjungan dan melihat kegiatan.

Kegiatan yang diadakan merupakan pelaksanaan program sekolah yang bertujuan untuk meningkatkan karakter peserta didik, terutama dalam hal kemandirian, tanggung jawab, dan kerja sama.

Pembelajaran Pramuka sampai kapanpun masih dibutuhkan.

#PragasaJaya😊
#SpegasaLuarBiasa

Enam Pesan Penting Peringatan HGN 2018

        

SEMARANG – Senin, 26 November 2018, SMP Negeri 31 Semarang peringati Hari Guru Nasional dengan melaksanakan upacara bendera.

Pada tahun ini HGN mengangkat tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21”.

Poin penting yang disampaikan Mendikbud Muhadjir dalam pidato tertulis menyambut Hari Guru Nasional.

1. Tantangan guru abad 21

Kemendikbud menjelaskan latar belakang tema “Meningkatkan Profesionalisme Guru Menuju Pendidikan Abad 21” tahun ini. Kemendikbud melihat tantangan pendidikan abad 21 semakin berat sehingga membutuhkan peningkatan profesionalisme guru.

Pemerintah mengajak seluruh guru memiliki sikap mental dan komitmen untuk selalu meningkatkan kualitas agar memiliki kompetensi sesuai dengan perubahan zaman.

2. Manfaatkan kemajuan teknologi

Memasuki revolusi industri 4.0, guru diimbau mampu memanfaatkan perubahan teknologi dan informasi yang super cepat itu untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah sehingga mampu menghasilkan lulusan berkompetensi global.

3. Peran guru tidak tergantikan

Mendikbud menyampaikan, meski teknologi informasi berkembang sangat cepat dan sumber informasi sangat mudah ditemukan, peran guru tidak akan tergantikan kemajuan teknologi.

Tugas guru sebagai pendidik dalam menanamkan nilai dan karakter yang terkait dengan integritas dan kepribadian adalah hal yang tidak dapat digantikan oleh teknologi.

4. Mengubah sisi negatif menjadi positif

Masih terkait perkembangan teknologi dan informasi, pemerintah melalui Kemendikbud mengajak para guru untuk mampu mengarahkan potensi positif teknologi informasi alih-alih terkena dampak positifnya.

5. Pemerataan lewat sistem zonasi

Hal lain, Kemendikbud akan melakukan perluasan akses, pemerataan mutu dan percepatan perwujudan guru profesional melalui Kebijakan Sistem Zonasi.

Kebijakan Sistem Zonasi diharapkan akan mempermudah penanganan dan pengelolaan guru terkait peningkatan kompetensi, pengembangan karir dan penyaluran bantuan penyelenggaraan kegiatan guru.

6. Titipan amanah bangsa

Pemerintah melalui Kemendikbud mengajak para guru untuk menjadikan Hari Guru Nasional sebagai pemicu semangat membangun peradaban bangsa sehingga Indonesia menjadi bangsa berbudaya, cerdas, bermutu dan berkarakter serta mampu bersaing secara global.

Bangsa Indonesia menitipkan amanah kepada Bapak dan Ibu Guru untuk memelihara, mengembangkan jati diri dan membentuk karakter generasi penerus bangsa sehingga menjadi bangsa tangguh, mandiri, berdaya saing dan penuh toleransi.

Di pundak Bapak dan Ibu Guru, kami gantungkan masa depan bangsa ini…

Sumber: https://edukasi.kompas.com/…/inilah-6-pesan-penting-peringa….

#SpegasaJaya

Latihan Kepemimpinan untuk Calon Pengurus OSIS SMP Negeri 31 Semarang

     

SEMARANG, smpn31semarang.sch.id – Dasar kepemimpinan harus mulai dimiliki siswa-siswi sekolah terutama mereka yang gemar berorgansisasi. Salah satunya sejumlah pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP Negeri 31 Semarang yang berkesempatan mendapatkan pelatihan dasar kepemimpinan. “Latihan dasar kepemimpinan ini merupakan kegiatan prapelantikan pengurus OSIS SMP,” tutur Kepala SMP Negeri 31 Semarang, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. Jumat (09/11).

Berlangsung di Ruang Aula Baru SMP Negeri 31 Semarang, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. menjelaskan bahwa pelatihan kepemimpinan dasar merupakan program rutinitas per tahun ajaran. Adapun materi yang diberikan dalam kegiatan tersebut meliputi Kepemimpinan yang disampaikan oleh Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. sendiri. Kemudian dilanjutkan materi Pengenalan OSIS oleh Bapak Kuatman, S.Kom., dilanjutkan materi Penyususnan Program Kerja oleh Ibu Iin Sulistyowati, S.Pd. Kemudian materi Pengambilan Keputusan oleh Pak Eki Putranto Wibowo, S.Pd.

Kepala SMP Negeri 31 Semarang, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. dalam materi pembekalannya menegaskan tujuan diadakanya latihan dasar kepemimpinan calon pengurus OSIS yaitu untuk membekali diri bagi calon pengurus OSIS, memupuk rasa kedisiplinan, ketertiban, keterampilan, kebersamaan, dan kekeluargaan bagi para siswa khususnya dan bagi calon pengurus OSIS.

Selain itu diadakannya kegiatan pelatihan guna untuk melatih siswa dalam rangka berorganisasi yang baik. Memupuk rasa tanggung jawab yang tinggi dan dapat menjunjung tinggi almamater sekolah serta berakhlak mulia dalam tutur kata dan perilakunya. “Karena yang nantinya menjadi pengurus OSIS yang handal serta untuk menyiapkan calon generasi emas bangsa yg berkarakter sebagai calon pemimpin masa depan,” sambung beliau.

Terpisah, Wakasek Bapak Kuatman, S.Kom. menambahkan sasaran yang ingin dicapai dalam kegiatan latihan dasar kepemimpinan juga agar para pengurus OSIS lebih meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kemudian mempertebal rasa cinta tanah air dan bangsa.

Keempat materi tersebut dilaksanakan pada Jumat, 9 November 2018 sore hari usai pulang sekolah sampai pekat malam sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam pembekalan materi tersebut tentunya diselingi istirahat dan ice breaking agar peserta tidak merasa jenuh.

Kemudian pada Sabtu, 10 November 2018 para peserta LDK mengikuti Upacara Peringatan Hari Pahlawan 10 November.

Usai upacara, para peserta LDK istirahat sejenak dilanjutkan materi Dinamika Kelompok. Pembekalan materi ini diisi oleh Lembaga Psikologi Kartika dari Semarang. Pembekalan kali ini dilaksanakan dengan cara yang berbeda yaitu dilakukan di luar ruangan, tepatnya di sekitar Hutan Mini dan Tambak SMP Negeri 31 Semarang dengan penambahan kegiatan berupa outbond dan permainan.

Manfaat yang bisa dipetik dari pembekalan materi LDK dan Outbound ini adalah untuk membangkitkan mental, kemampuan bekerja sama, dan jiwa kepemimpinan dari para peserta. Semangat kebersamaan dan kerja sama harus bisa terpatri dalam jiwa para peserta, karena dengan bekerja sama apa yang menjadi tujuan akan lebih mudah tercapai. Hal ini sejalan dengan semangat organisasi OSIS yang mengutamakan kebersamaan demi kemajuan SMP Negeri 31 Semarang.

Majulah OSIS-ku… Jayalah Sekolahku…

 

#LDKOSISSpegasa

#SpegasaJaya^_^

 

Dokumentasi

                        

 

 

Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018 di Spegasa

      

SEMARANG – Setiap tanggal 10 November, Bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan, sebagai momen reflektif untuk memberi makna atas pengorbanan para pahlawan kusuma bangsa, dengan menyalakan jiwa kepahlawanan dalam perjuangan mengisi kemerdekaan. Tak terasa semua berlalu begitu saja tanpa kita ketahui banyak perubahan – perubahan yang signifikan mulai dari budaya sampai moral bangsa Indonesia ini. Sebagai generasi penerus bangsa kita harus meneruskan cita – cita bangsa dan menumbuhkan rasa nasionalisme terhadap bangsa ini.

Sebagai bentuk partisipasi kita terhadap perjuangan para pahlawan yag telah gugur, diadakannya Upacara Peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan di seluruh sekolah, termasuk SMP Negeri 31 Semarang. Pasukan Pengibar Bendera SMP Negeri 31 Semarang dengan bangga dan penuh rasa hormat menjalankan sebuah kepercayaan untuk menaikan Sang Saka Merah Putih diiringi oleh lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Upacara pun terlaksana dengan khidmat yang diikuti oleh seluruh warga SMP Negeri 31 Semarang. Setelah pengibaran bendera dilanjutkan pembacaan kata mutiara dari tiap-tiap pahlawan oleh petugas upacara.

Peringatan hari pahlawan pada peristiwa “Pertempuran 10 November 1945” di Surabaya, sebagai pertempuran pertama dan terbesar antara pasukan Indonesia dengan pasukan asing setelah proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945, dengan memakan korban jiwa sangat besar. Seperti yang disampaikan oleh Menteri Sosial Republik Indonesia dalam isi teks pidato yang dibacakan oleh Pembina Upacara yaitu Ibu Ika Suhartini, S.Pd., selaku salah satu Guru Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Negeri 31 Semarang.

“Peringatan Hari Pahlawan bukan semata sebuah acara namun harus sarat makna, bukan hanya sebagai prosesi namun subtansi setiap peringatan Hari Pahlawan harus dapat menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting karena nilai kepahlawanan bukan bersifat statis namun dinamis, bisa menguat bahkan dapat melemah. Untuk itu, kiranya seluruh rangkaian kegiatan peringatan Hari pahlawan harus menjadi energi dan semangat baru mewarisi nilai kejuangan dan patriotisme dalam membangun bangsa Indonesia.”

Tema Hari Pahlawan 2018 yaitu “Semangat Pahlawan di Dadaku.” Dari tema ini juga mengandung pesan kepada kita semua bahwa sesuai fitrahnya dalam diri setiap insan tertanam nilai-nilai kepahlawanan. Oleh karenanya, siapapun dapat menjadi pahlawan, setiap warga negara lndonesia tanpa kecuali dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemashlahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara.

Selain itu melalui peringatan Hari Pahlawan 2018 sebagai bangsa yang besar, bangsa yang harus menghargai jasa para pahlawannya, peringatan Hari Pahlawan diharapkan pula dapat lebih membangkitkan nilai-nilai kepahlawanan serta meningkatkan kecintaan kepada tanah air kita dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

#SelamatHariPahlawan2018

#PahlawandiDadaku

#SpegasaJaya^_^

 

Persiapan Sekolah Sehat dan Adiwiyata Nasional dari Paguyuban 31

                                                                            

 

Semangatnya Bapak-Ibu Paguyuban 31 berpartisipasi mempersiapkan sekolah untuk menghadapi Lomba Sekolah Sehat dan Lomba Sekolah Adiwiyata Nasional.

Terima kasih Sabtu-Minggu dibantu sampai lembur lembur lo…
Paguyuban Spegasa memang Luar Biasa:)

Semoga perjuangan tak akan sia-sia…

Terima kasih tiada terkira…
Semangat!!!

Jumat Gotong-Royong Menyongsong Sekolah Sehat dan Adiwiyata Nasional

                                                                

SMPN31SEMARANG.SCH.ID, SEMARANG – Untuk menjaga kebersihan sekolah dan mengajarkan peduli terhadap lingkungan, serta mempersiapkan guna mengikuti Lomba Sekolah Sehat sekaligus Lomba Adiwiyata tingkat Nasional, seluruh warga Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 31 Semarang laksanakan gotong royong di lingkungan sekolah, Jumat (02/11/2018).

Sebelum dilaksanakan kegiatan gotong royong berupa bersih-bersih seluruh ruang dan lingkungan SMP Negeri 31 Semarang (Spegasa), dilakukan perancangan komitmen dengan cara menempelkan stiker bertuliskan komitmen tiap warga Spegasa dalam menjaga kelestarian lingkungan Spegasa pada Tugu Komitmen Adiwiyata SMP Negeri 31 Semarang.

“Untuk membangkitkan semangat yang mulai mengendor dalam menjaga lingkungan, perlu pencanangan kembali komitmen bagi seluruh warga sekolah sehingga sekolah selalu bersih, rapi, indah, dan sehat,” kata Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. selaku Kepala SMP Negeri 31 Semarang dalam sambutannya.

Beliau juga menjelaskan bahwa kegiatan ini selain agar warga Spegasa lebih mencintai lingkungan juga untuk mempersiapkan sekolah untuk mengikuti Lomba Sekolah Sehat dan Lomba Adiwiyata Tingkat Nasional.

“Gotong royong yang kita laksanakan hari ini juga untuk mempersiapkan sekolah dalam mengikuti lomba sekolah sehat sekaligus sekolah berbudaya lingkungan (Adiwiyata) tingkat Nasional yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” lanjut Ibu Sumrih Rahayu dalam sambutannya.

Setelah sambutan dari ibu kepala sekolah, dilanjutkan penyerahan alat kebersihan kepada Ketua Panitia lomba Sekolah Sehat, Ibu Samiyem, S.Pd., M.Pd. dan kepada Ketua Panitia Lomba Adiwiyata, Bapak Faezal, A.Md. Penyerahan alat kebersihan tersebut merupakan tanda kesiapan ketua panitia untuk mengoordinir guna kesiapan SMP Negeri 31 Semarang menghadapi Lomba Sekolah Sehat dan Adiwiyata tingkat Nasional. Persiapan ini tentunya dapat terselenggara dengan dukungan dan realisasi dari seluruh elemen warga Spegasa.

Setelah menerima alat kebersihan yang tentunya berupa amanah yang harus dijalankan, masing-masing ketua panitia dari masing-masing lomba mencontohkan cara kebersihan dan merawat lingkungan secara simbolis di depan seluruh peserta didik.

Kegiatan Gotong royong ini meliputi membersihkan seluruh sudut ruangan Gedung Spegasa, mengumpulkan sampah, merawat tanaman, dan mencabut rumput yang ada di pekarangan sekolah.

Gotong royong juga bertujuan mengajarkan anak-anak sekolah bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup melalui tata sekolah yang baik.

Ibu kepala sekolah juga tak hentinya mengingatkan untuk memilah sampah di tempat sampah yang sudah tersedia. Mana sampah organik dan mana sampah anorganik.

Hal ini untuk mengajar anak mencintai lingkungan dan tentunya tidak membuang sampah sembarangan.

“Kegiatan ini juga untuk mengajarkan anak membersihkan sampah di lingkungan sekolah sebelum masuk kelas,” ungkap Ibu Sumrih Rahayu.

Selain itu, kegiatan membersihkan lingkungan sekolah juga salah satu bentuk upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

Di hari Jumat ini, Spegasa juga kedatangan tamu dari Puskesmas Lebdosari. Tim Puskesmas Lebdosari mengecek kondisi kebersihan sekolah yang mengacu pada kondisi kesehatan para peserta didik. Tiap kantin sampai kamar mandi juga dicek apakah ada sarang nyamuk atau tidak.

Puskesmas Lebdosari adalah instansi pembimbing khususnya bidang kesehatan yang sudah terjalin sangat lama dengan Spegasa. Selain untuk kemajuan Spegasa, tentunya juga untuk mengontrol kondisi kesehatan siswa di sekolah.

Terima kasih dr. Umi Kulsum, drg. Dendy, Mbak Dwi dan semua Tim Puskesmas Lebdosari yg telah memberi bimbingan, arahan, masukan pada sekolah untuk berperilaku hidup sehat serta pengelolaan UKS yang baik.

“Jumat yg luar biasa. Semua bergerak semua berperan untuk Sekolah tercinta. Terima kasih untuk Bapak Ibu Guru, Karyawan, Bapak Ibu Paguyuban anak-anakku tercinta semua untuk semangatnya,” ujar Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd.

“Lingkungan bersih belajar terasa penuh kasih,” tambah Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd.

#SpegasaGoGreen😊
#GoSekolahSehat
#GoAdiwiyataNasional
#SpegasaJaya

 

Rakor Persiapan Menghadapi Lomba Sekolah Sehat dan Adiwiyata Nasional

    

SPEGASA – Rabu dan Kamis dilaksanakan rapat koordinasi guna mempersiapkan sekolah untuk menghadapi lomba sekolah sehat dan sekolah adiwiyata tingkat nasional.

Rabu, 31 Oktober 2018 di bawah bangunan gazebo diiringi semilir angin hutan mini Spegasa dilaksanakan rapat koordinasi panitia persiapan sekolah sehat sekaligus adiwiyata nasional.

Pelaksanaan rapat dihadiri seluruh panitia dari berbagai elemen, mulai dari kepala sekolah, guru, karyawan, sampai petugas kebersihan ikut andil dalam persiapan ini.

Lanjut Kamis, 1 November 2018 dilaksanakan rapat koordinasi dengan Bapak/Ibu Paguyuban (orang tua/wali peserta didik) Spegasa guna kelancaran kesuksesan untuk memenangkan lomba sekolah sehat dan adiwiyata nasional.

Semua peserta sangat antusias dan apresiatif dalam membantu demi kelancaran menyukseskan kegiatan tersebut.

#SekolahSehatJiwaKuat
#GoAdiwiyataNasional
#SpegasaJaya

 

SMPN 31 Semarang Gelar Upacara Sumpah Pemuda dan Pelantikan Pengurus OSIS Periode 2018/2019

                         

    

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SEMARANG – SMP Negeri 31 Semarang menggelar upacara bendera memperingati Sumpah Pemuda dan pelantikan pengurus OSIS periode 2018/2019 di Lapangan Upacara SMP Negeri 31 Semarang, Senin (29/10/2018).

Upacara bendera ini bertujuan agar generasi muda saat ini tidak melupakan sejarah untuk dapat membangun masa depan bangsa dan negara Indonesia. Juga agar dapat memberikan solusi positif untuk kemajuan SMP Negeri 31 Semarang saat ini.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Ibu Iin Sulistyowati, S.Pd., dalam sambutannya menjelaskan tentang relevannya revolusi mental yang dicanangkan oleh Presiden RI.

“Revolusi mental yang dicanangkan oleh Bapak Presiden Joko Widodo amatlah relevan dalam mewujudkan pemuda yang maju,” kata Ibu Iin Sulistyowati, S.Pd. yang membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga RI.

Ciri pemuda yang maju adalah pemuda berkarakter, berkapasitas dan berdaya saing. Oleh karena itu, katanya revolusi mental harus dapat kita jadikan sebagai pemicu untuk mempercepat terwujudnya pemuda yang maju.

“Dengan mewujudkan pemuda yang maju berarti kita dapat menghasilkan bangsa yang hebat,” ujarnya.

Tahun 2019 bangsa Indonesia akan menggelar hajat besar pesta demokrasi untuk memilih dan menentukan pimpinan nasional dan daerah yaitu pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, Anggota Legislatif baik DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Untuk itu, kata beliau peran dan tanggung jawab pemuda dalam menyukseskan proses pemilihan umum nanti sangat dibutuhkan.

“Partisipasi aktif pemuda dalam Pemilu 2019 perlu ditingkatkan untuk mewujudkan pemilu yang damai, kredibel dan berkualitas,” tuturnya.

Ibu Iin Sulistyowati, S.Pd. mengatakan pemuda saat ini harus sanggup membuka pandangan keluar batas-batas tembok kekinian dunia demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

“Wahai pemuda Indonesia, dunia menunggumu, berjuanglah, lahirkanlah ide-ide, tekad, dan cita-cita pengorbananmu tidak akan pernah sia-sia dalam mengubah dunia,” ucapnya.

Di akhir sambutan, beliau menyampaikan ucapan selamat Hari Sumpah Pemuda ke 90 Tahun 2018. “Semoga peringatan ini kita selalu menghormati jasa para pemuda, jasa para pendiri bangsa dan jasa para pahlawan kita,” harap Ibu Iin Sulistyowati, S.Pd..

Bersamaan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2018, setelah seluruh siswa melakukan Upacara Hari Sumpah Pemuda dilanjutkan Pelantikan Pengurus OSIS Periode 2018-2019 sebanyak 37 Pengurus OSIS baru oleh Kepala Sekolah, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. di Lapangan Upacara SMPN 31 Semarang.

Untuk Pelantikan Pengurus OSIS diawali dengan Pembacaan Susunan Pengurus OSIS Periode 2018-2019 oleh Bapak Drs. Ruchikmat selaku Koordinator Pembina OSIS. Kemudian Kepala SMPN 31 Semarang, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd., secara resmi melantik 37 siswa yang telah lolos mengikuti seleksi sebagai Pengurus OSIS Periode 2018/2019, dilanjutkan dengan Janji Pengurus OSIS.

“Semoga pengurus OSIS periode ini memiliki program-program kerja yang lebih inovatif serta menarik dari kepengurusan sebelumnya. Dan tentunya lebih bisa membanggakan SMP Negeri 31 Semarang,” harapan Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. dalam sambutannya.

Acara dilanjutkan Serah Terima Jabatan Ketua OSIS lama (Rois Landung – Kelas IX D) kepada Ketua OSIS baru (Fatturrohman – KELAS VIII C).

Semoga dengan semangat dan tekad dari Sumpah Pemuda dapat membangun Bangsa Indonesia  menjadi lebih maju dan berkembang serta tetap menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Dan terima kasih kepada pengurus OSIS yang lama, semoga pengabdiannya mendapatkan pahala dan ilmu yang didapat bermanfaat. Untuk pengurus yang baru kami ucapkan selamat dan semoga amanah mengemban tugas.

 

#SemangatSumpahPemuda

#OSISSpegasaJaya

#SpegasaJaya^_^

 

 

 

Hutan Asri, Pemilihan Ketua OSIS Sejuk di Hati

    

       

SMPN31SEMARANG.SCH.ID, SPEGASA – Dalam rangka memilih ketua OSIS, peserta didik SMPN 31 Semarang menggelar “Pesta” demokrasi di sekolah mereka. Pemilihan tersebut digelar ala Pemilu langsung, di mana tiga hari sebelum pemungutan suara para calon diberi kesempatan melakukan orasi di depan teman-temannya.

Para calon juga diberi kesempatan menyampaikan visi dan misi saat berorasi di depan teman-teman dan disaksikan para guru dan karyawan.

Kepala SMP Negeri 31 Semarang, Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd. mengungkapkan, pemilihan ketua OSIS ala Pemilu ini sudah pernah dilaksanakan pada tahun-tahun sebelumnya. Tujuannya, selain mengenalkan sistem demokrasi, juga agar peserta didik memahami pentingnya memilih pemimpin mulai dari sekolah yaitu di kalangan temannya.

“Dimulai dari lingkungan sekolah, peserta didik diharapkan menganal sistem demokrasi langsung dan dapat menggunakan hak-hak suaranya dalam menentukan pemimpin, dalam hal ini Ketua OSIS,” kata Ibu Sumrih Rahayu, S.Pd., M.Pd.

Dijelaskan beliau, pemungutan suara atau pencoblosan dilaksanakan Kamis, 11 Oktober 2018 di mana seluruh peserta didik SMP Negeri 31 Semarang melakukan pencoblosan di Hutan Mini SMP Negeri 31 Semarang sekolah mereka.

Beliau juga menuturkan, dengan diselenggarakannya pemilu OSIS di Hutan Mini ini akan menyejukkan suasana yang pada umumnya di sejumlah media mengekspos bahwa pemilu itu terkesan panas dan penuh emosional, tetapi dengan adanya hutan mini yang asri di SMPN 31 Semarang ini membuat sejuk suasana pun pilihan yang tepat sesuai hati nurani tanpa adanya paksaan.

Kegiatan Pemilu Ketua OSIS diharapkan membentuk karakter para peserta didik, di mana mereka diajarkan pentingnya kerjasama dalam menyelesaikan masalah hingga mengambil keputusan untuk kepentingan orang banyak.

Disebutkan, para guru dan karyawan di lingkungan SMP Negeri 31 Semarang juga turut berperan dalam pemungutan suara dan secara tidak langsung guru memiliki kewajiban membina anak didiknya, memberi contoh sehingga para peserta didik memiliki karakter yang makin kuat.

Dari lima peserta calon ketua OSIS SMP Negeri 31 Semarang yang berhasil terpilih pada pemungutan suara tersebut adalah Fatturrohman dari kelas VIII C, menggantikan Rois Landung yang sudah duduk di kelas IX.

Semoga dengan terpilihnya Fatturrohman sebagai Ketua OSIS dapat membantu memajukan dan mengharumkan SMP Negeri 31 Semarang menjadi lebih jaya melenggang jauh ke angkasa raya sesuai dengan visi dan misinya. Dukungan teman-teman, para guru, karyawan, Kepala Sekolah dan seluruh elemen masyarakat SMPN 31 Semarang juga sangat dibutuhkan tentunya.

(smpn31semarang.sch.id)

 

#SpegasaAsri

#SpegasaJaya^_^