Pilah Sampah

Selasa, 5 Juni 2018 warga SMPN 31 Semarang laksanakan kebersihan lingkungan sekolah dengan cara mengaplikasikan “pilah sampah”.

Sampah yang dipilah, yaitu antara sampah organik dan anorganik.

Tentunya kegiatan memilah sampah dalam kebersihan lingkungan ini dilakukan bukan tanpa alasan.

Alasan Mengapa Sampah Organik dan Anorganik Harus Dipisahkan?

Pernahkah kalian mendengar anjuran untuk memisahkan sampah organik dan anorganik dengan menggunakan dua tempat sampah? Saya yakin kalian pasti pernah mendengarnya. Nah, bagi kalian yang sudah tahu tentang seruan tersebut, kalian harus mematuhinya karena ternyata hal tersebut sangat berguna bagi kita semua. Namun faktanya, hingga saat ini masih saja banyak yang tidak menjalankannya bahkan membuang sampah sembarangan hingga menimbulkan permasalahan yang pelik.

Dengan kebiasaan buruk mencampur sampah organik dan anorganik, secara otomatis tempat pembuangan akhir (TPA) akhirnya menjadi tempat sampah yang campur aduk tidak karuan. Padahal, sampah organik dan anorganik harus dipisahkan dengan tempat sampah agar tidak memicu timbulnya masalah. Apa saja manfaat memisahkan sampah organik dan anorganik?

Yang pertama adalah menghindari penumpukan sampah. Sampah organik dan anorganik harus dipisahkan dengan tempat sampah yang berbeda. Hal ini dilakukan untuk menghindari penumpukan sampah di TPA nantinya. Jika kedua jenis sampah ini bercampur, tentu saja penumpukan sampah di TPA akan semakin banyak. Hal ini disebabkan karena percampuran kedua jenis sampah sehingga membuat jenis sampah anorganik menjadi sulit membusuk dan menghilang. Padahal, jika dipisah sampah anorganik masih butuh ratusan tahun untuk dapat hancur. Jika kedua jenis sampah ini dicampur, lalu kapan sampah anorganik akan lenyap seperti sampah organik?

Inilah yang membuat tempat pembuangan akhir menjadi sumber penumpukan sampah yang tak kunjung surut.

Yang kedua adalah dapat mengurangi pencemaran. Botol racun serangga, atau botol-botol bekas cairan berbahaya tentunya dapat menyebabkan pencemaran jika tidak dibuang ditempat semestinya. Itulah mengapa sampah jenis ini harus dibuang dan dikumpulkan sesuai golongannya. Jadi, sampah organik dan anorganik harus dipisahkan dengan tempat sampah berbeda agar tidak memicu timbulnya pencemaran.

Yang terakhir adalah dapat memanfaatkan nilai ekonomis. Beberapa sampah plastik masih dapat didaur ulang. Tentu saja dengan memisahkan kedua jenis sampah agar nantinya dapat dipilah antara benda yang masih bernilai ekonomi dan tidak.

Itulah mengapa sampah organik dan anorganik harus dipisahkan dengan tempat sampah.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus sebagai langkah konsistensi SMPN 31 Semarang sebagai Sekolah Adiwiyata untuk menuju Adiwiyata Tingkat Nasional.

Referensi:

https://rumah-stainless-fiberglass.com/blog/alasan-mengapa-sampah-organik-dan-anorganik-harus-dipisahkan/

#SPEGASAJAYA

#HARILINGKUNGANHIDUPSEDUNIA

#MENUJUADIWIYATANASIONAL

 

DOKUMENTASI:

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *