Perwakilan Kecamatan Semarang Barat Tampilkan Berbagai Keunikan Meriahkan Dugderan 2018

Selasa, 15 Mei 2018

Semarang – Ratusan warga dari berbagai elemen masyarakat, khususnya Kecamatan Semarang Barat ikut memeriahkan Karnaval Dugderan dengan menampilkan berbagai keunikan di Balai Kota Semarang, Selasa (15/5/2018).

Dugderan tahun ini mengusung tema “Dugderan Membangun Kebersamaan dan Kerukunan Mewujudkan Semarang Hebat”.

Sebagaimana penyelenggaraan pada tahun-tahun sebelumnya, prosesi Dugderan akan berlangsung dengan menempuh rute dari halaman Balai kota, Masjid Agung Kauman, Jolotundo, dan berakhir di Masjid Agung Jawa Tengah.

Berbagai elemen masyarakat, khususnya Kecamatan Semarang Barat tersebut, di antaranya mulai dari instansi sekolah, yaitu SMPN 1 Semarang, SMP 31 Semarang yang sekaligus mewakili Kelurahan Tambakharjo. Kemudian Kelurahan Gisikdrono, Kelurahan Krobokan, serta Kelurahan Kalibanteng Kidul.

Mereka terlihat bersemangat berjalan menampilkan berbagai keunikan masing-masing. Diawali dari peserta didik SMPN 1 Semarang menampilkan marching band dengan musik dan tarian yang luar biasa aduhainya. Kemudian peserta didik SMPN 31 Semarang yang sekaligus mewakili Kelurahan Tambakharjo menampilkan busana adat daerah disertai “Kentong Tetek” yang terbuat dari bambu yang dipukul. Kentong Tetek ini juga menjadi ciri khas budaya saat bulan Ramadan tiba, yang biasanya untuk membangunkan warga untuk sahur. Selanjutnya perwakilan Kelurahan Gisikdrono menampilkan reog dan kuda lumping yang dimaskoti oleh sosok makhluk hitam. Tampilan ini diiringi oleh musik kentong tetek yang berpakaian adat Jawa. Kemudian perwakilan Kelurahan Kalibanteng Kidul menampilkan rebana dengan lantunan suaranya yang menggetarkan jiwa. Diakhiri oleh Perwakilan warga Kelurahan Krobokan yang menampilkan maskot khas Dugderan, yaitu warak ngendog beserta bunga manggar yang memiliki filosofi yang mewakili entitas budaya campuran antara Cina, Jawa, dan Arab yang hidup rukun berdampingan.

Dugderan ini adalah agenda rutin tahunan di Kota Semarang jelang Ramadan 2018.

Terlihat antusias warga dalam karnaval ini, beberapa di antara warga mengambil kembang manggar yang secara simbolis digunakan masyarakat Semarang untuk menyambut datangnya bulan ramadan.

“Capek tapi seru,” jelas salah satu peserta didik SMPN 31 Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *